Anggrek Pesona Loka 2025: Surga Pecinta Bunga dan Pelatihan Ketrampilan Gratis di Jember

Pelatihan  Ketrampilan  hari pertama  Selasa (26/8/2025)

JEMBER – barathanews.com.  Balai Serba Guna Kaliwates kini dipenuhi warna-warni anggrek dan berbagai bunga cantik lainnya. Festival Anggrek Jember, atau Anggrek Pesona Loka 2025, resmi dibuka pada Senin (25/8/2025) dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2025. Acara yang digagas oleh DPC Pecinta Anggrek Indonesia (PAI) Kabupaten Jember ini terbuka secara gratis untuk umum, menjadikannya destinasi wajib bagi para pecinta bunga.

Festival ini tidak hanya menampilkan keindahan anggrek, tetapi juga menjadi ajang edukasi dan pelatihan. Ketua Panitia, Budi S.Pd., menyatakan ada 35 peserta pameran yang mengisi total 49 stan, berasal dari berbagai daerah, mulai dari NTB, Jawa, hingga Sumatera Barat.

"Ada 15 stan dari Jember sendiri yang memamerkan beragam anggrek, termasuk anggrek bulan, dendrobium, dan spesies asli Jember," ujar Budi. Selain bursa anggrek, ada juga pelatihan budidaya anggrek serta pelatihan keterampilan lain yang menarik.

Kriya Jember Gelar Pelatihan Ketrampilan Praktis

Salah satu daya tarik utama festival ini adalah program pelatihan keterampilan yang diselenggarakan oleh Kriya Jember dari tanggal 26 hingga 29 Agustus 2025. Setiap hari, ada materi pelatihan yang berbeda-beda, dan setiap sesi dapat menampung hingga 40 peserta.

Stand Anggrek Budi Vespa Ndut 

"Pelatihan akan berlangsung selama empat hari, mulai pukul 12.00 hingga selesai," jelas Inneke Martalina, Ketua Kriya Jember. Jadwal pelatihannya meliputi:

 * Hari pertama (26/8/2025) : Integrated farming (pertanian terpadu di rumah).

 * Hari kedua (27/8/3025) : Pelatihan membuat parcel anyaman bambu.

 * Hari ketiga (28/8/2025) : Pelatihan membuat risol mayo vegetarian.

 * Hari keempat (29/8/2025) : Pelatihan membuat makrame.

Pada hari pertama, Selasa (26/8/2025), pelatihan integrated farming diikuti oleh peserta dari berbagai komunitas, seperti perwakilan Dinsos, Disperindag, santri, dan guru SLB. Mereka dilatih langsung oleh mentor, Ibu Devi dari Rumah Edukasi Kreatif Jember.

"Kami diajari cara membuat eco-enzyme, persemaian tanaman, membuat kompos, dan beternak lele," ungkap Inneke.

Ia berharap pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para peserta, terutama dalam memanfaatkan pekarangan rumah.

 "Semoga para peserta dapat mempraktikkannya di rumah, memanfaatkan galon atau atap rumah untuk dijadikan kebun urban. Semua potensi harus dimanfaatkan," tambahnya.

Festival Anggrek Jember ini membuktikan bahwa acara pameran bisa menjadi wadah yang multifungsi, memadukan keindahan alam dengan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai pelatihan yang bermanfaat. ( herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disnaker Jember Gelar Bimtek Verifikasi Dan Validasi Data Pekerja Rentan/ Buruh Petani Tembakau, Akan Diajukan Untuk Menerima Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Pansus LKPJ DPRD, Kadin Jember Usulkan Kawasan Khusus Ekonomi Dan Aplikasi Cinta UMKM

Bulog Jember, Serap Gabah Petani Perhari Mencapai 2 Ribu Ton