Postingan

Menampilkan postingan dari November 16, 2025

IJMC 2025 Resmi Ditutup, Jember Kukuhkan Diri Sebagai Pusat Marching Band Internasional

Gambar
Dr.H. Edy Budi Susilo di dampingi H. Tri Basuki   JEMBER , barathanews.com – Gelaran akbar International Jember Marching Carnival (IJMC) 2025 yang memukau akhirnya mencapai puncaknya. Acara tersebut resmi ditutup dengan meriah di GOR PKPSO Kaliwates, Jember , pada Minggu (16/11/2025) sore. IJMC 2025 yang diselenggarakan selama dua hari, 15-16 November, berhasil mengumpulkan 43 unit marching band dari seluruh penjuru Nusantara dan satu delegasi internasional dari Filipina . Total sekitar 3.100 atlet ambil bagian dalam kompetisi bergengsi ini. 🏆 Puncak Kompetisi dan Penghargaan Acara penutupan menjadi penentu bagi para peserta, terutama dalam rangkaian Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Drum Band , serta kompetisi sengit Drum Battle dan Brass Battle yang diselenggarakan sepanjang hari di GOR PKPSO. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Jember , Dr. H. Edy Budi Susilo, Msi mewakili Bupati Jember menyampaikan rasa bangga atas kesuksesan acara tersebut. "Kami sangat puas deng...

Protes Peserta Surabaya di IJMC Jember , Juri Tegaskan Penilaian Berdasarkan Kriteria

Gambar
Jember , barathanews.com – Ajang International Jember Marching Competition (IJMC) di Jember hari ini diwarnai protes keras dari tim Melopil Harmonik asal Surabaya . Mereka menuntut transparansi total setelah hasil penilaian juri dianggap tidak sesuai dengan performa. Keluarga dan pembina Melopil Harmonik merasa dirugikan setelah tim mereka, yang awalnya diperkirakan menang tapi kalah dalam penilaian.  Dina Aristarasari, kerabat peserta, menyoroti masalah penilaian:  * Bobot Visual vs. Tone : Menurutnya, tim yang kaya visual dan gerak (visualisasi dominan) seharusnya tidak langsung kalah hanya karena dianggap ada sedikit kekurangan pada aspek Tone/Pitch (suara/nada).  * Transparansi di Lapangan: Peserta mendesak juri memberikan penjelasan yang jelas ("clear enough") mengenai alasan kekalahan atau kemenangan secara terbuka di lapangan. Mereka menyayangkan jawaban panitia yang selalu kembali pada alasan subjektif , seperti Rasa dari Harmonisasi, Intonasi dan sound Produk ...