Binpres Lemkari Sesalkan Adanya Pembatasan Atlet

Hengly Lilijen

JEMBER . barathanews.com – Polemik melanda cabang olahraga karate di Kabupaten Jember. Inkai Prestasi (Binpres) Lemkari Cabang Jember, Hengly LineliJien, secara terbuka menyatakan kekecewaannya terhadap kebijakan Pengcab FORKI Jember yang dinilai tidak sejalan dengan aturan pusat.

Hengly menegaskan bahwa pihaknya menuntut kepatuhan terhadap Surat PB FORKI Nomor 134, yang mengatur tentang pembinaan atlet secara berjenjang tanpa adanya diskriminasi atau pembatasan sepihak.

Soroti Pembatasan di Kelas Festival

Menurut Hengly, meskipun atlet Lemkari diberikan kesempatan untuk turun dalam ajang kejuaraan, namun mereka dibatasi hanya boleh bertanding di kelas festival. Hal ini dianggap merugikan proses pembinaan atlet prestasi yang seharusnya bisa bertanding secara penuh di semua kelas. "Harapan kami cuma berpatokan pada surat PB FORKI 134, di mana pembinaan atlet kami berjenjang. Terkait kejadian kemarin, saya sangat menyayangkan FORKI Cabang Jember tidak mengacu pada surat tersebut," ujar Hengly saat diwawancarai, Jumat (6/2/2026)

Ia menambahkan bahwa pembatasan ini menghambat tujuan utama mereka, yaitu mengukur kemampuan atlet melalui pertandingan resmi yang kompetitif, bukan sekadar partisipasi di kelas festival.

Preseden Buruk Pembinaan Atlet

Senada dengan Ketua MSH Cabang Jember, Sinse Joni, Hengly menilai tindakan pilih kasih ini menjadi preseden buruk bagi dunia olahraga di Jember. Ia berharap ke depannya tidak ada lagi sekat-sekat yang menghalangi atlet potensial untuk berprestasi.

"Jangan setengah-setengah. Harapan besarnya, polemik ini bisa segera klir dan tidak ada lagi 'tebang pilih' di tubuh FORKI Jember," tegasnya.

Pada kejuaraan di Jepara baru-baru ini, Lemkari Jember sebenarnya telah menyiapkan sekitar 25 atlet untuk berlaga, namun adanya kendala administrasi dan kebijakan lokal ini membuat semangat para atlet dan pengurus tercederai. (herry)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disnaker Jember Gelar Bimtek Verifikasi Dan Validasi Data Pekerja Rentan/ Buruh Petani Tembakau, Akan Diajukan Untuk Menerima Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Pansus LKPJ DPRD, Kadin Jember Usulkan Kawasan Khusus Ekonomi Dan Aplikasi Cinta UMKM

Bulog Jember, Serap Gabah Petani Perhari Mencapai 2 Ribu Ton