Lemkari Jember Dilarang Tampil di Kelas Open Kejurkab, Sensei Joni: Ada Upaya Penghambatan Prestasi Atlet
JEMBER. barathanews.com – Kabar mengejutkan datang dari persiapan Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Karate di Jember. Perguruan Lemkari di bawah kepemimpinan Sensei Joni Setiawan mengaku mendapat diskriminasi setelah dilarang bertanding di kelas Open dan hanya diperbolehkan mengikuti kelas Festival.
Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Lemkari Jember, Sensei Joni Setiawan, mengungkapkan kekecewaannya dalam wawancara pada Jumat (6/2). Ia menilai ada kejanggalan dalam proses administrasi yang dilakukan oleh pihak Forki Jember.
Kronologi Penolakan
Menurut Joni, pada awalnya pendaftaran Lemkari diterima tanpa masalah. Namun, mendekati H-5 pelaksanaan, muncul larangan yang menyebutkan bahwa Lemkari tidak boleh bermain di kelas utama (Open).
"Alasannya tidak jelas. Awalnya via telepon dikatakan bahwa yang melarang adalah Forki Jatim. Namun, saat saya minta surat resminya, mereka tidak bisa memberikan," ujar Joni.
Ia juga menyayangkan adanya dualisme kepentingan yang merugikan atlet. Joni menegaskan bahwa fokus utamanya adalah menyukseskan program prestasi atlet di Jember, namun justru terbentur masalah birokrasi internal organisasi.
Mengabaikan Instruksi Pengurus Besar (PB) Forki
Pihak Lemkari Jember mengklaim telah mengantongi surat resmi dari PB Forki dengan nomor 134 tertanggal 7 Agustus 2023. Surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum PB Forki, Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto tersebut, secara tegas menginstruksikan agar permasalahan kepengurusan tidak boleh mengorbankan nasib atlet yang ingin berprestasi.
"Forki Jember seolah mengabaikan surat 134 dari pusat. Ini sangat melenceng. Tugas Forki seharusnya memfasilitasi prestasi, bukan malah menghambat dengan alasan internal perguruan," tambah Joni.
Langkah Hukum Menanti
Setelah mencoba melakukan mediasi melalui Majelis Lembaga Perguruan (MLP) di tingkat pusat dan tetap tidak mendapat keadilan di tingkat kabupaten, Sensei Joni menyatakan tidak akan tinggal diam.
"Kami sudah mencoba duduk bareng, tapi yang diundang hanya pihak sebelah saja. Jika mereka tetap kekeh tidak menerima keterlibatan Lemkari sesuai haknya, maka langkah hukum akan kami ambil," tegasnya.
Persoalan ini kini menjadi sorotan pencinta olahraga karate di Jember, mengingat banyak atlet berbakat yang terancam kehilangan kesempatan untuk unjuk gigi di ajang resmi tingkat kabupaten Jember. ( *)

Komentar
Posting Komentar