Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 19, 2025

Mencegah Pernikahan Anak, Tokoh Lintas Agama Jember Berkolaborasi dalam Diskusi Multipihak

Gambar
Jember, barathanews.com.  Berkolaborasi untuk mengatasi isu pernikahan anak, Peace Leader Indonesia bersama dengan Center for Human Rights and Multiculturalism (CHRM2) Universitas Jember, Suar Indonesia, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember mengadakan Fokus Grup Diskusi (FGD) multipihak. Diskusi yang melibatkan tokoh lintas agama dan organisasi masyarakat pemuda ini berlangsung pada Rabu (20/8/2025) di Aula Puskapsi Universitas Jember. FGD ini bertujuan menggalang dukungan dari berbagai pihak dalam upaya pencegahan pernikahan anak di Kabupaten Jember. Kegiatan diawali dengan presentasi dari Drs. Joko Sutriswanto, Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Jember, yang memaparkan kondisi eksisting pernikahan anak di Jember. Selanjutnya, Budiman W dan Beiby Citra Ayu P.W dari Suar Indonesia menyampaikan hasil riset tentang penyebab pernikahan anak di wilayah tersebut. Redy Saputro, Ketua Peace Leader Indonesia, menjelaskan bahwa pert...

Jember Siap Tuan Rumah Kejurprov Drum Band dan IJMC 2025

Gambar
JEMBER – barathanews.com. Jember siap menjadi tuan rumah  Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Drum Band Jawa Timur 2025 yang berkolaborasi dengan International Jember Marching Carnival (IJMC). Acara ini diharapkan menjadi daya tarik utama sport tourism yang mampu mendatangkan  peserta dan penonton dari berbagai daerah. Hal ini terungkap dalam Technical Meeting yang berlangsung di RM. Jember Lestari pada Selasa (19/8/2025). Acara ini  dihadiri oleh Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Timur serta perwakilan PDBI dari beberapa kabupaten, termasuk Ngawi, Surabaya, Mojokerto, Jombang, Blitar, Pasuruan, Probolinggo, dan Jember. Menurut H. Tri Basuki, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) dan Ketua Harian Pengcab PDBI Jember, sekitar 95 orang hadir dalam pertemuan tersebut. "Mereka berencana mengikuti Kejurprov yang menjadi satu rangkaian dengan Kejuaraan Internasional Jember Marching Carnival," ujarnya. Meskipun waktu persiapan terbilang mendadak, H. Tri Basuki me...

Polsek Sumbersari Gelar Gerakan Pangan Murah Di Kelurahan Sumbersari

Gambar
JEMBER – barathanews.com. erakan Pangan Murah di Kelurahan Sumbersari Kecamatan Sumbersari merupakan Sinergitas antara Polres Jember dan Perum Bulog Jember untuk ketahanan pangan masyarakat, Selasa ( 19/8/2025). Gerakan Pangan Murah ini mengusung tagline Polri untuk Masyarakat, program ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Jember. Kanit Samapta Polsek Sumbersari Iptu Imam Kusuma saat di Kelurahan Sumbersari menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah ini program dari PolresJember. "Ini adalah program dari Polres dalam rangka gerakan pangan murah di wilayah Sumbersari," terang Iptu Imam. Menurutnya, setiap kelurahan di Kecamatan Sumbersari , ada 7 Kelurahan, masing-masing mendapatkan jatah yang sama, yaitu sebanyak 50 pice beras. "Setiap kelurahan mendapatkan 50 karung, dan insyaallah akan ada kiriman lagi dari Polres," tambahnya. Imam menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan secara serentak di seluruh wilayah dan akan ter...

Petani Kopi Tempuh Jalur Hukum Setelah Kebun Diratakan

Gambar
JEMBER - Seorang petani kopi di Dusun Sepuran, Desa Sumberjati, Kecamatan Silo, Jember, Ahmad Sayidul Panji, kini menempuh jalur hukum. Ia menggugat oknum Perhutani dan pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Mandiri atas dugaan perusakan kebun kopi seluas 2,75 hektare. Pohon kopi yang masih produktif di lahan kerja sama tersebut ditebang habis pada Januari 2025, padahal masa kerja sama belum berakhir. Kuasa hukum Panji, Ihya Ullumiddin, SH, mengungkapkan bahwa tindakan tersebut menyalahi kesepakatan yang tertuang dalam Surat Verifikasi Lahan Garap dan Kesepakatan Kerja Sama Usaha (SKKU) Pengelolaan Lahan Hutan. "Sesuai SKKU Nomor 0015/LMDH/DSSBR.JT/VI/2023, masa penggarapan dimulai Juni 2023 dan berakhir Juni 2025. Penebangan di bulan Januari jelas-jelas melanggar perjanjian," ujar Udik, sapaan akrabnya. Akibat kejadian ini, Panji mengalami kerugian material hingga Rp 250 juta, karena ia kehilangan potensi panen kopi yang seharusnya bisa dinikmati pada Juni 2025. ...