Mencegah Pernikahan Anak, Tokoh Lintas Agama Jember Berkolaborasi dalam Diskusi Multipihak


Jember, barathanews.com.  Berkolaborasi untuk mengatasi isu pernikahan anak, Peace Leader Indonesia bersama dengan Center for Human Rights and Multiculturalism (CHRM2) Universitas Jember, Suar Indonesia, dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember mengadakan Fokus Grup Diskusi (FGD) multipihak. Diskusi yang melibatkan tokoh lintas agama dan organisasi masyarakat pemuda ini berlangsung pada Rabu (20/8/2025) di Aula Puskapsi Universitas Jember.

FGD ini bertujuan menggalang dukungan dari berbagai pihak dalam upaya pencegahan pernikahan anak di Kabupaten Jember. Kegiatan diawali dengan presentasi dari Drs. Joko Sutriswanto, Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AKB Jember, yang memaparkan kondisi eksisting pernikahan anak di Jember. Selanjutnya, Budiman W dan Beiby Citra Ayu P.W dari Suar Indonesia menyampaikan hasil riset tentang penyebab pernikahan anak di wilayah tersebut.

Redy Saputro, Ketua Peace Leader Indonesia, menjelaskan bahwa pertemuan ini menjadi wadah untuk mengumpulkan informasi mengenai standar operasional prosedur pernikahan dari masing-masing agama. "Kami mengumpulkan tokoh lintas agama untuk mendapatkan informasi mengenai prosedur pernikahan di setiap agama dan pencegahan pernikahan anak, serta menggalang dukungan mereka dalam implementasi dan pemantauan SDGs tujuan 5 terkait pencegahan pernikahan anak di Jember," ujarnya.


Dalam diskusi, para tokoh agama secara bergantian memaparkan prosedur pernikahan sesuai ajaran masing-masing, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif. CHRM2 sebagai perwakilan akademisi menekankan pentingnya peran negara dalam mengatasi masalah ini dengan menciptakan regulasi yang berperspektif anak. CHRM2 juga menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan masyarakat yang berupaya mencegah pernikahan anak.

Acara ini dihadiri oleh berbagai organisasi, termasuk Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jember, Fatayat Jember, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia Jember, serta perwakilan dari Penyuluh Agama Kristen dan Katolik, termasuk dari Gereja Katolik Santo Yusuf dan GKJW Jember. Kegiatan ditutup dengan presentasi dari Inkdes Jember dan ramah tamah, mempererat sinergi antara seluruh pihak yang terlibat. ( herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disnaker Jember Gelar Bimtek Verifikasi Dan Validasi Data Pekerja Rentan/ Buruh Petani Tembakau, Akan Diajukan Untuk Menerima Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Pansus LKPJ DPRD, Kadin Jember Usulkan Kawasan Khusus Ekonomi Dan Aplikasi Cinta UMKM

Bulog Jember, Serap Gabah Petani Perhari Mencapai 2 Ribu Ton