Jember Siap Gelar Festival Anggrek ke-3, Targetkan Jember Jadi "Kota Anggrek"

JEMBER – barathanews.com. Kabupaten Jember kembali bersiap menjadi tuan rumah perhelatan akbar, yakni Festival Anggrek Tingkat Nasional. Acara ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan secara berturut-turut, sebuah pencapaian yang menjadikan Jember satu-satunya kabupaten di Indonesia yang berhasil melaksanakannya.

Rapat koordinasi (Rakor) persiapan festival telah digelar di aula Bupati Jember pada Kamis (14/8/2025). Rakor ini dihadiri oleh Dinas Pariwisata, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP), serta komunitas dan para penggiat anggrek Jember.

Menurut Budi, S.Pd., dari Komunitas Anggrek Jember, festival tahunan ini tak hanya bertujuan untuk memamerkan keindahan anggrek, tetapi juga memiliki dampak positif yang luas.

"Imbasnya sangat besar, terutama untuk kemajuan pelaku usaha anggrek dan juga teman-teman UMKM. Dengan banyaknya pengunjung, tentu akan banyak juga yang berbelanja di stan bursa maupun di UMKM," ujar Budi.

Ia optimis Jember akan dikenal sebagai Kota Anggrek. Selain festival, upaya ini juga didukung melalui program donasi anggrek yang rutin dilakukan ke sekolah-sekolah, seperti SMA 1 dan beberapa SD, untuk mengenalkan anggrek sejak dini. Penanaman anggrek spesies Jember juga dilakukan di kawasan Meru Betiri.

"Kami juga akan segera menanam anggrek di tempat-tempat umum. Di Fakultas Pertanian Unej (Universitas Jember) sudah ada, dan akan kami lanjutkan ke lokasi lain," jelasnya.

Potensi bisnis anggrek di Jember pun tak bisa dianggap remeh. Budi menyebut, salah satu wilayah dengan pelaku usaha terbanyak adalah Kecamatan Ambulu, dengan omzet yang bahkan bisa mencapai lebih dari Rp100 juta per bulan. Para pelaku usaha ini juga sudah mulai menyilangkan varietas anggrek baru.

"Nantinya akan ada launching varietas anggrek baru, Dendrobium Ning Ghyta, yang akan diperkenalkan saat pembukaan," tambahnya.

Festival Anggrek Nasional ini akan berlangsung dari tanggal 22 hingga 31 Agustus 2025. Budi menginformasikan, akan ada sekitar 50 stan dari berbagai daerah, meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTB, Kalimantan, hingga Papua Pegunungan. (herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disnaker Jember Gelar Bimtek Verifikasi Dan Validasi Data Pekerja Rentan/ Buruh Petani Tembakau, Akan Diajukan Untuk Menerima Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Pansus LKPJ DPRD, Kadin Jember Usulkan Kawasan Khusus Ekonomi Dan Aplikasi Cinta UMKM

Bulog Jember, Serap Gabah Petani Perhari Mencapai 2 Ribu Ton