33 Guru SD Jember Jadi Fasilitator PMR Mula, Siap Tanamkan Semangat Kemanusiaan Sejak Dini
JEMBER. barathanews.com. – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember mengambil langkah strategis dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan kerelawanan sejak usia dini. Sebanyak 33 guru Sekolah Dasar (SD) di Jember menjalani Training of Facilitator (ToF) Pembinaan Palang Merah Remaja (PMR) Mula selama tiga hari, mulai Kamis, 20 November 2025, di Aula PMI Kab Jember.
Para guru ini dipersiapkan sebagai fasilitator inti yang akan menghidupkan dan mengoptimalkan kembali kegiatan PMR Mula – yang diperuntukkan bagi siswa tingkat SD – di sekolah mereka masing-masing.
Investasi Jangka Panjang PMI Jember
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, S. Pd, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang berpartisipasi aktif.
"Kami apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran dan menjadi peserta training of facilitator pembinaan PMR selama 3 hari ini," kata Zainollah.
Ia menekankan bahwa peran guru adalah sebagai perpanjangan tangan PMI dalam pembentukan karakter. "Ilmu yang Bapak/Ibu serap di sini harus bisa ditransformasikan kepada peserta didik di tingkat PMR Mula," tegasnya.
Zainollah menegaskan, pelatihan ini merupakan upaya pembinaan generasi muda PMI yang dimulai dari jenjang paling dasar. Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam membentuk karakter peduli sosial dan kemanusiaan.
> "Ini adalah upaya menanam pondasi dan investasi yang akan mereka bawa terus hingga dewasa," imbuhnya.
>
Membentuk Generasi Tangguh di Era Digital
Lebih lanjut, Zainollah berharap PMR Mula dapat menjadi wadah kolaborasi dan integrasi yang kuat dengan relawan PMI, terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
"Kita menghadapi godaan digitalisasi dan globalisasi yang penuh tantangan. Dengan pondasi yang kuat, kita harap generasi muda PMI mampu menghadapinya," jelasnya.
Pelatihan yang dirancang secara bertahap dan berkelanjutan ini memastikan bahwa pembinaan PMR di tingkat SD dapat berjalan optimal dan sesuai dengan kurikulum yang ditetapkan oleh PMI. Dengan bekal ilmu yang didapatkan, para guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang peduli sosial, tanggap, dan memiliki kesadaran bencana di tingkat paling dasar. ( herry)

Komentar
Posting Komentar