Bakesbangpol Jember Ajak Generasi Muda 'Warnai' Pembangunan Bangsa
Jember, barathanews.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember menggelar Sarasehan Generasi Muda dan Partisipasi dalam Pembangunan Bangsa. Kegiatan yang merupakan bagian dari program Jember Plural Hub (JPH) ini bertujuan membangkitkan kesadaran politik di kalangan anak muda, khususnya Gen Z, mengingat rendahnya partisipasi politik di Jember yang masih berada di posisi terendah di Jawa Timur, Jumat malam (7/11/2025) .
Acara ini dihadiri sekitar 100 peserta dari sayap-sayap delapan partai politik di Jember. Acara dibuka oleh Sekretaris Bakesbangpol, Dendy Rhadian, S.STP.
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Jember, Dwi Handarisasi, S.Psi, M.Si, menjelaskan bahwa tema kegiatan adalah "peran generasi muda dalam partisipasi politik dan pembangunan bangsa". Ia menekankan bahwa sasaran utama sayap partai adalah usia 15 hingga 35 tahun.
“Harapan kami dari teman-teman sayap partai itu benar seperti yang disampaikan oleh narasumber pertama tadi bahwa Generasi Z itu adalah sangat potensi dan mereka juga sudah ada unsur baik yang bisa kita manfaatkan inovasinya, pikirannya untuk bisa mengembangkan dari masing-masing partai sendiri,” ujar Dwi Handarisasi.
Tujuan akhirnya, kata Dwi, adalah untuk mewujudkan Indonesia yang adil, sejahtera, dan damai. Ia juga menyoroti tugas Bakesbangpol dalam pendidikan politik untuk menekan angka golput.
“Partisipasi untuk masyarakat di Kabupaten Jember ini sebenarnya masih terendah di Jawa Timur, masih ranking 38, hanya 75% dari masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam politik. Inilah yang menjadi PR kami,” tegasnya, sembari mengingatkan bahwa kebijakan publik, seperti harga pasar, juga berawal dari proses politik.
Sarasehan ini menghadirkan tiga narasumber dari berbagai unsur:
* Prof. Agus Trijartono, Ph.D. (Dosen Fisip Unej/Akademisi)
* Nyoman Aribowo, S.Pt. (Anggota TP3D Kabupaten Jember/Motivator)
* Anggun Tri Utami, S.Psi. (Anggota DPRD Komisi C dari F-PKB)
Dalam paparannya, Nyoman Aribowo dari TP3D mengajak peserta untuk tetap positif dan konsisten di dunia politik.
“Ayo tetap ber-positive thinking dan punya keyakinan yang positif, meskipun hari ini sangat tidak ideal, tapi saya termasuk orang yang akan tetap mengajak kita semua untuk konsisten, komitmen di politik. Minimal mewarnai,” ajak Nyoman.
Sementara itu, Prof. Agus Trihartono, Ph.D. menyoroti dua poin krusial. Pertama, ia merekomendasikan pemisahan jadwal Pemilu Pusat dan Pilkada agar isu nasional tidak mendominasi isu lokal. Menurutnya, pemisahan akan membuat Pilkada lebih fokus pada masalah daerah dan lebih affordable (mudah dijangkau/disetujui).
Kedua, berdasarkan survei CSIS, Prof. Agus memaparkan tiga motivasi utama Gen Z dan Milenial untuk memilih:
* Ingin Menentukan Pemimpin Indonesia, karena bagi mereka tokoh pemimpin itu penting.
* Percaya Pemilu Akan Membawa Perubahan, meyakini Pemilu adalah sarana perubahan, bukan "pembuat pilu."
* Mencegah Penyalahgunaan Hak Pilih, sebagai bentuk tanggung jawab politik.
Sarasehan ini diharapkan dapat menjadi titik awal bagi sayap partai politik untuk mengoptimalkan potensi Gen Z dan mendorong generasi muda Jember agar berperan aktif dalam menentukan arah kebijakan dan pembangunan bangsa ke depan. (herry )


Komentar
Posting Komentar