Jember Gelar Festival Inklusi, Pemda Kuatkan Keberpihakan dengan Kebijakan Nyata
JEMBER . barathanews.com Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan komitmen kuatnya terhadap inklusivitas dan perlindungan penyandang disabilitas dengan langkah nyata pengalihan anggaran dan peluncuran program pro-rakyat. Komitmen ini digaungkan langsung oleh Bupati Jember, H. Mohammad Fawait, S.E, M.Sc., atau yang akrab disapa Gus Fawait, dalam acara Festival Inklusi yang berlangsung meriah di Kabupaten Jember pada Senin (08/12/2025).
Acara yang diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai komunitas penyandang disabilitas se-Kabupaten Jember ini menjadi panggung untuk memperkuat pesan utama pemerintah: memperkuat keberpihakan kepada penyandang disabilitas melalui kebijakan inklusif, peningkatan akses layanan publik, dan pembangunan ruang pemberdayaan yang lebih merata.
"Keberpihakan itu bukan hanya ucapan, tapi harus ada dalam kebijakan dan anggaran. Kami telah berkomitmen untuk mengalihkan sebagian anggaran pembelian mobil dinas baru untuk digunakan bagi pembangunan rumah warga kurang mampu dan juga pembangunan Sekretariat Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) Jember," tegas Gus Fawait disambut tepuk tangan riuh peserta.
Panggung Seni Budaya oleh Penyandang Disabilitas, Hadirkan Band Religi Inklusif
Festival Inklusi tahun ini tidak hanya fokus pada layanan publik, tetapi juga menjadi etalase luar biasa bagi talenta para penyandang disabilitas. Selain jalan santai, lomba kreativitas, bazaar UMKM, dan layanan terpadu, acara ini dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan seni budaya yang seluruhnya dibawakan oleh penyandang disabilitas.
Salah satu yang menarik perhatian adalah penampilan Band The Fattah yang mengusung genre religi islami. Band ini merupakan band inklusif dengan vokalis disabilitas yang memiliki suara merdu. Selain musik, panggung juga diisi dengan pertunjukan tari, fashion show, dan pantomim, yang seluruhnya dibawakan oleh seniman-seniman disabilitas Jember. Kehadiran mereka menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi.
Layanan Kesehatan dan Dukungan Pemberdayaan Diperkuat
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jember, Akhmad Helmi Luqman, yang juga hadir mendampingi Bupati, mencatat bahwa upaya perlindungan ini bersifat menyeluruh.
* Program Homecare: Rencananya akan diluncurkan pada bulan Januari 2026 sebagai layanan kesehatan yang menyasar warga yang memiliki keterbatasan mobilitas, termasuk penyandang disabilitas.
* Perda Perlindungan Disabilitas: Kabupaten Jember menjadi daerah pertama di Indonesia yang memiliki payung hukum khusus melalui Perda No. 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan Disabilitas, yang menjadi landasan bagi semua kebijakan inklusif ini.
* Bantuan dan Kewirausahaan: Pemerintah terus menyalurkan bantuan berupa alat bantu disabilitas, dukungan kewirausahaan, serta program pemberdayaan yang disinergikan dengan pemerintah provinsi dan pusat.
"Kami ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun warga Jember yang merasa ditinggalkan. Tugas kami adalah memastikan hak-hak penyandang disabilitas terpenuhi, baik dalam akses layanan, kesehatan, maupun kesempatan berusaha," tutup Gus Fawait, yang di mata masyarakat disabilitas Jember kini dikenal sebagai Gus Bupati yang mengutamakan rakyat.
Apakah teks berita ini sudah sesuai dengan harapan Anda, atau Anda ingin saya menyiapkan materi untuk publikasi di platform lain (misalnya poster atau unggahan media sosial)?


Komentar
Posting Komentar