Bakesbangpol Jember Gelar Sarasehan Sinergitas Tiga Pilar Kamtibmas di Jember
Jember, barathanews.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (BakesbangPol) Kabupaten Jember sukses menggelar Sarasehan Sinergitas Antar Lembaga dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif. Kegiatan ini, yang merupakan bagian dari Jember Plural Hub (JPH), menekankan pentingnya kolaborasi aparatur negara di tengah dinamika sosial yang tinggi.
Sambutan pembuka disampaikan oleh Mohammad Syamsu Rijal, S.H., M.H., Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Bakesbangpol Jember. Ia menegaskan bahwa Kamtibmas adalah prasyarat mutlak bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. "Tanpa Kamtibmas yang aman dan kondusif, pembangunan akan terhambat, ekonomi melambat, dan masyarakat resah. Oleh karena itu, sinergitas semua pihak sangat krusial," ujar Mohammad Syamsu Rijal.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber utama yang mewakili pilar keamanan di Jember, yaitu:
* Kompol Istono, S.H., M.M. (Kepala Bagian Operasi/Kabag Ops Polres Jember)
* Kapten Inf Suprayitno (Perwira Seksi Intelijen/Pasi Intel Kodim Jember)
* Lettu Laut Dedy Nugraha (Komandan Pos TNI AL/Dan Posal Jember)
Strategi Kewaspadaan Dini: Integrasi Fungsi Tertutup dan Terbuka
Mohammad Syamsu Rizal menyampaikan bahwa menjaga Kamtibmas harus dilakukan melalui strategi pre-emptif dan preventif, bukan hanya responsif (pemadam kebakaran). Hal ini membutuhkan integrasi dua fungsi utama: Pengamanan Tertutup dan Pengamanan Terbuka.
1. Pengamanan Tertutup (Fungsi Deteksi/Intelijen)
Fungsi ini diibaratkan sebagai "mata dan telinga" yang bertugas melakukan pemetaan kerawanan dan mendeteksi benih konflik, mulai dari isu kecil, gesekan di media sosial, hingga ketidakpuasan masyarakat.
2. Pengamanan Terbuka (Fungsi Uniform/Aksi)
Ini adalah "tangan dan wajah" aparat keamanan di lapangan (Polri, TNI, Satpol PP) yang memberikan rasa aman melalui patroli dan kehadiran fisik.
Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional Bakesbangpol Jember, Mohammad Syamsu Rijal, menekankan bahwa kunci keberhasilan sinergi adalah memastikan tidak ada sumbatan informasi.
"Unsur tertutup harus segera menginformasikan temuan kerawanan kepada unsur terbuka dan tokoh masyarakat. Ini vital agar segera diambil langkah pendekatan atau cooling system sebelum potensi konflik membesar," tegasnya.
Sarasehan Jember Plural Hub ini diharapkan menjadi wadah konkret bagi para pihak untuk bertukar informasi dan merumuskan langkah-langkah kolaboratif yang terarah. Tujuannya adalah memastikan setiap potensi gesekan di masyarakat dapat diselesaikan secara dini melalui musyawarah, demi terwujudnya Kabupaten Jember yang aman dan damai.
( herry)


Komentar
Posting Komentar