Bupati Jember Apresiasi IJMC 2025, Event Harus Skala Besar dan Konektivitas Udara Dibuka Sampai Bali
JEMBER. barathanews.com – Bupati Jember, H. Mohammad Fawait, S.E., M.Sc., atau yang akrab disapa Gus Fawait, secara tegas menyatakan komitmennya untuk menjadikan Kabupaten Jember sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan wisata di Ujung Timur Pulau Jawa. Strategi utamanya adalah dengan konsisten menyelenggarakan acara berskala besar, seperti Jember Marching Carnival (JMC) dan Karnaval SCTV, yang dinilainya mampu mengungkit perekonomian rakyat.
Hal ini disampaikan Bupati Fawait dalam sambutannya di acara Jember Marching Carnival (JMC) 2025 pada Sabtu (15/11). Ia menekankan bahwa event-event besar tersebut merupakan penanda kembalinya kepercayaan publik sekaligus sebagai pengungkit ekonomi bagi masyarakat.
Prestasi Internasional dan Konektivitas Udara Diperkuat
Dalam pidatonya, Bupati Fawait mengawali dengan memberikan apresiasi tinggi atas prestasi putera-puteri Jember di kancah global. "Selamat untuk IJMC, saya ingin berikan apresiasi. Alhamdulillah, kita baru meraih lima emas di ajang Internasional. Ini mengharumkan nama Jember, Jawa Timur, dan Indonesia," ujar Gus Fawait penuh bangga.
Selain prestasi, ia juga membawa kabar baik mengenai konektivitas udara yang vital bagi sektor pariwisata.
"Kita sudah berhasil membuka kembali penerbangan Jember-Jakarta (Halim Perdanakusuma). Bulan depan, kita akan upayakan penerbangan ke Bali (Ngurah Rai). Bali adalah pintu masuk dunia ke Indonesia," terangnya, menandakan langkah serius Jember menuju gerbang pariwisata global.
Strategi Event Besar Angkat Ekonomi Lokal
Bupati yang memimpin salah satu kabupaten dengan penduduk terbesar di Jawa Timur ini bertekad mengembalikan masa kejayaan Jember. Ia menegaskan, strategi pelaksanaan acara ke depan akan diubah total. "Ke depan tidak boleh ada lagi event-event kecil. Event-event harus besar, seperti Jember Marching Carnival, seperti Karnaval SCTV," tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan berskala besar memiliki dampak langsung pada perekonomian lokal. Merujuk data BPS, sektor jasa, yang sangat dipengaruhi oleh acara-acara seperti ini, merupakan penyumbang utama pertumbuhan ekonomi di triwulan 2 dan 3.
"Kami ingin [event ini] menjadi pengungkit ekonomi, membuat PKL dan UMKM tersenyum, dan yang paling penting, membuat masyarakat Jember kembali tersenyum bahagia seperti 10-15 tahun yang lalu," tambah Fawait.
IJMC 2025: Promosi Wisata Berbasis Olahraga
Sementara itu, Ketua Panitia IJMC 2025, H. Tri Basuki, yang juga Ketua KORMI Jember, menegaskan bahwa event ini memiliki peran strategis yang lebih luas, yakni sebagai platform untuk "Promosi Pariwisata Berbasis Olahraga" atau Sport Tourism.
Acara ini, menurut Tri Basuki, bakal diikuti puluhan marching band dari Indonesia serta undangan dari Malaysia, Filipina, dan Thailand. Ia berharap IJMC dapat menjadi kalender rutin tahunan, sekaligus mempromosikan Jember sebagai pusat sport tourism dan kota marching band.
Bupati Fawait menyoroti dampak positif kegiatan internasional ini terhadap perekonomian lokal, di mana okupansi hotel dilaporkan meningkat hingga lebih dari 90 persen dan pelaku UMKM menikmati lonjakan penjualan. Ia juga berpesan kepada seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas.
Mengakhiri sambutannya, Gus Fawait memohon dukungan seluruh lapisan masyarakat Jember agar visi pembangunan "Jember Baru, Jember Maju" dapat tercapai dalam lima tahun ke depan.
(herry)


Komentar
Posting Komentar