Dorong Ekonomi dan Kurangi Sampah Plastik, Warga Desa Seputih Jember Ikuti Pelatihan Loofah dan Sabut Kelapa
![]() |
| Pelatihan Intensif loofa di desa Seputih dan insert Dina |
JEMBER. barathanews.com – Sebanyak 15 warga Desa Seputih, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, mengikuti pelatihan intensif pembuatan produk ramah lingkungan dari loofah (gambas) dan sabut kelapa pada Sabtu (8/11/2025).
Kegiatan ini bertujuan ganda: menciptakan peluang ekonomi baru, khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga, sekaligus mendukung upaya signifikan dalam pengurangan sampah plastik rumah tangga.
Pelatihan ini digagas oleh Rafandra Eternal Nusantara di bawah binaan Pertamina Foundation,
Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga Jadi Fokus Utama
Dina dari Bidang Pemberdayaan dan Pemasaran Rafandra Eternal Nusantara menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk mengangkat perekonomian keluarga di tingkat desa.
"Pelatihannya ini kami fokuskan ke ibu-ibu, terutama ibu-ibu rumah tangga yang belum ada pekerjaan. Jadi kita berdayakan ibu-ibu sekitar sini, biar dapat penghasilan tambahan dari rumah," ujar Dina saat diwawancarai di lokasi.
Pelatihan dasar selama tiga hari ini mengajarkan teknik mengolah loofah—sejenis gambas dengan serat tebal—dan sabut kelapa menjadi spons cuci piring dan spons mandi yang 100% alami dan biodegradable. Seluruh peralatan dan bahan baku pelatihan disediakan penuh berkat dukungan dari Pertamina Foundation.
![]() |
| Pelatihan dasar loofa |
Rafandra Eternal Nusantara menerapkan sistem kemitraan kerja yang fleksibel, memungkinkan perajin—yang mayoritas adalah ibu-ibu—untuk mengerjakan produk (take home) dari rumah mereka sendiri. Hasil karya tersebut nantinya akan dikumpulkan, dibayar, dan dipasarkan oleh perusahaan.
"Saat ini kami sudah punya sembilan karyawan. Harapannya, kalau konsumen dan customer kita semakin banyak, otomatis ibu-ibu perajin yang kita rekrut dan petani kita juga akan semakin banyak. Jadi, kita bisa meningkatkan perekonomian ibu-ibu rumah tangga," tambah Dina, memproyeksikan perluasan kesempatan kerja di masa depan.
DPMD Jember: Inovasi yang Berpotensi Menjadi Produk Ekspor
Dukungan pemerintah daerah menguatkan potensi keberlanjutan usaha ini. Bagus Evrial, dari DPMD Jember untuk Pemberdayaan Masyarakat, menyatakan apresiasi tinggi terhadap inovasi produk ini.
"Prinsipnya ini adalah bentuk inovasi untuk bisa mengurangi sampah plastik, ya. Jadi produk-produk dari gambas, loofah itu untuk digunakan sebagai pengganti spons plastik untuk cuci piring. Itu sangat penting dan memiliki potensi ekonomi yang besar," tegas Bagus Evrial.
Menurut Bagus, DPMD Jember siap memberikan support berupa pendampingan dan pengembangan lanjutan agar usaha ekonomi ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan diperluas ke desa-desa tetangga.
Tidak hanya dari DPMD, kehadiran perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Bakorwil Jawa Timur Jember pada acara ini menunjukkan sinergi antar instansi untuk memfasilitasi pengembangan usaha mikro ini.
![]() |
| Bagus Evrial dari DPMD Jember |
DPMD Jember melihat produk ini tidak hanya sebagai solusi lokal, tetapi juga memiliki daya saing global.
"Kami berharap usaha ini tidak hanya berhenti di Desa Seputih, tetapi bisa dikembangkan ke desa-desa tetangga. Ke depan, produk dari gambas, loofah, dan sabut kelapa ini sangat berpotensi menjadi produk ekspor unggulan Jember," pungkas Bagus Evrial, optimistis terhadap visi jangka panjang produk hijau ini.
Setelah pelatihan dasar selesai, akan ada proses pembinaan dan pendampingan teknis secara berkelanjutan dari Rafandra Eternal Nusantara untuk memastikan kualitas produk terjaga dan perajin siap memenuhi permintaan pasar yang lebih luas. ( herry)



Komentar
Posting Komentar