Relawan Gelatik Jember Salurkan Bantuan, Warga Berharap Penanganan Sampah Pasca-Banjir Dioptimalkan

JEMBER.   barathanews.com – Relawan Gelatik (Gerak Langkah Sistematik)  melaksanakan aksi kemanusiaan dengan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di kawasan aliran sungai Jalan Ciliwung, Sabtu (20/12/2025). Bantuan berupa sembako dan pakaian layak pakai ini menyasar titik-titik yang dinilai belum tersentuh bantuan maksimal.

Aksi yang dipimpin langsung oleh Ketua Relawan Gelatik Jember ini merupakan respons cepat terhadap banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada Senin sebelumnya.

Kebutuhan Mendesak Warga

Kondisi di lapangan menunjukkan dampak banjir yang cukup parah. Di RT 02/RW 25 Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, ketinggian air sempat mencapai hampir 2 meter.

Ketua RT 02, Bapak Misnari, mengungkapkan bahwa banyak peralatan rumah tangga warga yang rusak total. "Banjirnya sangat tinggi, hampir 2 meter. Peralatan seperti kompor banyak yang mati, selimut dan kasur juga sangat dibutuhkan warga saat ini, selain bahan pokok," ujar Misnari.

Senada dengan itu, Puspita, warga RT 03/RW 05 Kelurahan Kepatihan, menyebutkan ada sekitar 43 warga di lingkungannya yang terdampak banjir. Ia mengakui bahwa sejauh ini bantuan lebih banyak datang dari pihak relawan dibandingkan pemerintah.

"Harapannya semoga tidak ada banjir lagi," tambahnya.

Masalah Sampah dan Sinergi Lingkungan

Selain bantuan logistik, persoalan lingkungan pasca-banjir menjadi sorotan warga.  Abdullah (Cak Nemo), warga setempat, menyoroti tumpukan sampah yang terbawa arus sungai saat banjir mencapai ketinggian hampir 3 meter.

Ia berharap adanya sinergi antara relawan seperti Gelatik dengan masyarakat untuk membersihkan lingkungan secara sistematis. 

"Kami ingin bersinergi dengan relawan untuk pembersihan sampah pasca-banjir, baik di RT 02 maupun RT 03. Penanganan dari pemerintah sudah ada, tapi kami rasa kurang maksimal," ungkap Cak Nemo.


Ketua Relawan Gelatik, Muhammad Irfan Nur Sholehuddin, menutup kegiatan dengan pesan agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Ia menekankan agar tidak ada lagi aktivitas pembalakan liar atau pembuangan sampah ke sungai yang menjadi pemicu utama banjir di wilayah Jember. ( herry)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disnaker Jember Gelar Bimtek Verifikasi Dan Validasi Data Pekerja Rentan/ Buruh Petani Tembakau, Akan Diajukan Untuk Menerima Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Pansus LKPJ DPRD, Kadin Jember Usulkan Kawasan Khusus Ekonomi Dan Aplikasi Cinta UMKM

Bulog Jember, Serap Gabah Petani Perhari Mencapai 2 Ribu Ton