Widarto Dorong Pembentukan Komda Disabilitas dalam Peringatan HDI 2025 di Ajung, Wujudkan Jember Inklusif
![]() |
| Pembukaan acara HDI di Ajung ( foto: herry) |
JEMBER. barathanews.com – Semangat inklusivitas kini tidak lagi hanya terpusat di wilayah perkotaan. Hal ini dibuktikan dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2025 yang digelar oleh Perhimpunan Penyandang Cacat (Perpenca) Jember di Kantor Kecamatan Ajung, Selasa (16/12/2025).
Acara yang mengusung tema "Kecamatan Inklusif Mewujudkan Sinergi Disabilitas Setara, Berdaya, Mandiri & Sejahtera" ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Widarto, SS. Turut hadir Camat Ajung, Moh. Sifak B. Kurniawan, jajaran Muspika, sejumlah Kepala Desa, serta lebih dari 50 peserta disabilitas.
Inovasi Jemput Bola ke Kecamatan
Widarto menyampaikan apresiasi tinggi kepada Perpenca dan Pemerintah Kecamatan Ajung atas inisiatif menyelenggarakan kegiatan di luar pusat kota. Menurutnya, langkah ini merupakan inovasi "jemput bola" yang luar biasa untuk menyentuh akar rumput.
"Saya pikir luar biasa hari ini teman-teman Perpenca mengadakan peringatan HDI di Kecamatan Ajung. Kami melihat komitmen nyata di sini, bahkan sudah ada rintisan sekolah inklusi di Desa Pancakarya dan salah satu SD. Fasilitas publik di kantor kecamatan pun sudah ramah disabilitas," ujar Widarto.
Mendorong Pembentukan Komda Disabilitas
Meski Kabupaten Jember telah memiliki Perda dan Perbup terkait disabilitas, Widarto menekankan perlunya langkah eksekusi yang lebih konkret. Ia menegaskan akan memperjuangkan pembentukan Komisi Daerah (Komda) Disabilitas.
"Kita sudah punya regulasinya (Perda dan Perbup), sekarang tinggal pembentukan Komda-nya agar implementasi kebijakan di lapangan lebih maksimal. Teman-teman ini harus mendapatkan ruang dan kesempatan yang sama dalam kebijakan pemerintah," tegas politisi dari PDI-P tersebut.
Menyebarkan 'Virus' Inklusi
Ketua Panitia HDI 2025 Kecamatan Ajung, Umi Salma, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Ajung bertujuan untuk mendiseminasi nilai-nilai inklusi agar tidak hanya menumpuk di pusat kota seperti Kaliwates atau Patrang.
"Kami ingin menyebarkan 'virus' inklusi. Kecamatan Ajung dipilih karena strategis bagi kawan-kawan dari wilayah selatan seperti Mangli, Jenggawah, dan Ambulu, serta memiliki populasi penyandang disabilitas yang cukup besar untuk diberdayakan," terang Umi.
Aksi Nyata Ketahanan Pangan dan Kemandirian
Tak sekadar seremoni, acara ini diisi dengan pelayanan Adminduk dari Dispendukcapil Jember juga pelatihan nyata berupa:
* Budikdamber: Pelatihan ternak lele dalam galon/ember.
* Hidroponik: Pelatihan bercocok tanam di lahan sempit.
* Pameran Karya: Menampilkan produk-produk unggulan unit usaha disabilitas.
Camat Ajung, Muhammad Sifak berharap pelatihan ini mampu menciptakan kemandirian ekonomi dari rumah. "Selain untuk memenuhi gizi keluarga guna mencegah stunting, hasil budidaya ini memiliki nilai ekonomi jika dikembangkan lebih lanjut," jelas Sifak’.
Ia juga berkomitmen agar aksesibilitas seperti jalur khusus disabilitas yang sudah ada di kecamatan dapat segera diikuti oleh seluruh kantor desa di wilayah Ajung. "Harapannya, masyarakat disabilitas merasa nyaman dan terlayani dengan setara di tingkat manapun," pungkasnya. ( herry)



Komentar
Posting Komentar