PERINGATI 16 HAKTP: SOTH dan Peace Leader Jember Tegaskan Keluarga Harus Jadi Ruang Aman Bagi Anak


JEMBER. barathanews.com  – Dalam rangka memperingati kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan (16 HAKTP) yang berlangsung setiap 25 November hingga 10 Desember, Sekolah Orangtua Hebat (SOTH) Kita Indonesia bekerjasama dengan Peace Leader Jember menyelenggarakan sebuah acara penting. Kegiatan ini mengusung tema nasional Komnas Perempuan, “Kita Punya Andil, Kembalikan Ruang Aman,” sebagai seruan untuk menciptakan kembali ruang-ruang sosial yang aman bagi semua, khususnya anak.

Acara peringatan 16 HAKTP ini diselenggarakan pada Kamis (27/11) dan bertempat di Aula Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Jalan Karetini No 16, Kepatihan, Jember, Jawa Timur. Kegiatan ini dihadiri oleh anggota SOTH dari berbagai latar belakang etnis, termasuk Jawa, Madura, Sunda, dan komunitas Pendalungan.

Lindungi Masa Depan Generasi Bangsa

Hadir sebagai narasumber dari Pusat Studi Gender Universitas Islam Jember (UIJ), Musfianawati, S.H., M.H., dan Tioma R. Hariandja, S.H., M.H., menyampaikan materi dengan judul "Melindungi Masa Depan Generasi Bangsa."

Kedua narasumber tersebut menegaskan bahwa kekerasan terhadap anak adalah pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan dapat merusak masa depan anak.

"Pencegahan kekerasan terhadap anak membutuhkan kerjasama semua pihak: keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Mari kita ciptakan lingkungan yang aman, penuh kasih sayang, dan mendukung tumbuh kembang anak secara utuh," tegas mereka.

SOTH sebagai Upaya Pencegahan dan Penciptaan Ruang Aman

Sementara itu, Sunarmi, S.Pd., Kepala Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Kita Indonesia, menjelaskan pentingnya SOTH. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak, serta mengoptimalkan tumbuh kembang anak.

"SOTH bertujuan membentuk karakter positif, meningkatkan kualitas keluarga, termasuk sebagai upaya pencegahan stunting balita, dan yang paling utama, menciptakan ruang aman bagi anak," ujar Sunarmi.

Peran Orang Dewasa dan Pola Asuh Berkelanjutan

Dari pihak Peace Leader, Andre selaku penggerak menyampaikan kepedulian organisasinya terhadap isu ruang aman bagi anak. Ia menekankan bahwa orang dewasa di lingkungan anak, baik keluarga maupun sekitar, memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan perlindungan terhadap tindak kekerasan.

"Penting untuk menjalin komunikasi yang baik dengan anak, tidak hanya pada anggota keluarga, namun juga orang-orang sekitar. Masa kecil anak adalah masa pertumbuhan yang krusial untuk membentuk karakter, karenanya diperlukan pengawasan dan pengasuhan yang baik supaya kelalaian berujung kekerasan tidak terjadi," jelas Andre.

Ia juga menambahkan bahwa penerapan pola asuh yang baik secara berkelanjutan akan menghasilkan anak-anak dengan mental dan fisik yang sehat di masa depan. ( herry)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disnaker Jember Gelar Bimtek Verifikasi Dan Validasi Data Pekerja Rentan/ Buruh Petani Tembakau, Akan Diajukan Untuk Menerima Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Pansus LKPJ DPRD, Kadin Jember Usulkan Kawasan Khusus Ekonomi Dan Aplikasi Cinta UMKM

Bulog Jember, Serap Gabah Petani Perhari Mencapai 2 Ribu Ton