Rakor TP3S, DP3AKB Jember Targetkan Penurunan Stunting Signifikan
![]() |
| Moh. Jamil |
Jember, barathanews.com - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Jember menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan, Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Jember. Kegiatan yang berlangsung secara hybrid di Aula Bawah Timur Pemkab Jember ini dipimpin langsung oleh Moh. Jamil, Kepala DP3AKB Jember, Kamis ( 27/11/2025)
Penguatan Tata Kelola dan Fokus di Tingkat Kecamatan
Kepala DP3AKB Jember, Moh. Jamil, melalui Diana Ruspita Malasari, SKM Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera (KBKS), menyampaikan bahwa Rakor ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi seluruh pihak. Rakor ini juga merupakan tindak lanjut dari kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) yang sudah diselenggarakan sebelumnya.
Peserta Rakor meliputi TP3S Kabupaten, OPD terkait, TP3S Kecamatan, TP3S Desa, Kepala Puskesmas, Pengelola Gizi, Penyuluh Balai KB, serta Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK).
Diana Ruspita Malasari menekankan adanya pergeseran paradigma, di mana saat ini fokus pemantauan langsung dari pemerintah pusat (Kemendagri) diarahkan kepada TP3S Kecamatan dan TP3S Desa.
"Harapannya, teman-teman di kecamatan dan desa lebih proaktif, aktif, dan jauh lebih memahami mengenai data-data apa saja sih yang harus disiapkan oleh TP3S Kecamatan dan Desa supaya dalam manajemen tata kelola TP3S ini, tata kelolanya lebih baik lagi," ujar Diana.
Kinerja Baik Jember dan Target Menuju 14%
Meskipun prevalensi stunting di Jember berdasarkan survei masih berada di angka 30,4%, upaya penanganan Kabupaten Jember menunjukkan hasil positif. Dalam Rakernas/Rakornas Stunting Pusat, Jember termasuk dalam kategori 197 kabupaten yang berkinerja baik dan menempati urutan ke-179 dari 514 kabupaten/kota.
Melalui penguatan tata kelola manajemen di tingkat bawah ini, Diana berharap prevalensi stunting dapat terus turun. Target nasional penurunan stunting adalah 14%, dan ia berharap Jember dapat mencapai angka di bawah itu, bahkan hingga 6-7% berdasarkan data EPPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat).
"Target nasional kan 14%, ya paling tidak kita di bawah itu [angka prevalensi]," tutup Diana Ruspita Malasari, mewakili Kepala DP3AKB Jember. ( herry)

Komentar
Posting Komentar