Bersama BPJS Ketenagakerjaan, Bupati Jember Launching Program Lingkaran Cinta

Gus Fawait ( kiri) dan Hadi Purnomo ( kanan)

JEMBER. barathanews.com  – Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, memberikan apresiasi tinggi kepada Bupati Jember, H. Mohammad Fawait, S.E, M.Sc (Gus Fawait), atas komitmen nyata pemerintah daerah dalam memberikan jaminan sosial bagi masyarakat kecil. Hal ini disampaikan dalam acara Grand Launching program "Lingkaran Cinta"  ( Lindungi Pekerja Rentan ) yang digelar di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Jember, Selasa (23/12/2025).

Program Lingkaran Cinta merupakan inisiatif strategis Pemerintah Kabupaten Jember untuk melindungi pekerja rentan melalui bantuan iuran jaminan sosial. Berdasarkan laporan, tercatat sebanyak 82.093 pekerja rentan di Kabupaten Jember telah terlindungi oleh program ini pada tahun 2025.

Mencegah Kemiskinan Ekstrem Baru

Dalam sambutannya, Hadi Purnomo menekankan bahwa kehadiran negara melalui pemerintah daerah sangat krusial untuk mencegah munculnya kemiskinan ekstrem baru. Beliau menjelaskan bahwa jika tidak ada kehadiran pemerintah, saat pekerja rentan mengalami kecelakaan kerja atau meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan berisiko kehilangan tulang punggung ekonomi. Program yang digagas Gus Bupati ini memastikan risiko tersebut dimitigasi dengan baik.

Sepanjang tahun 2025, Pemkab Jember telah menyalurkan manfaat sebesar Rp17 miliar yang dibayarkan kepada ahli waris pekerja yang meninggal dunia atau mengalami kecelakaan kerja.

Selain pekerja rentan di sektor pertanian, perlindungan ini juga telah mencakup berbagai elemen pelayan masyarakat lainnya, di antaranya perangkat desa, Ketua RT dan RW, Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga Guru PAUD. Data menunjukkan bahwa cakupan (coverage) jaminan sosial ketenagakerjaan di Jember tumbuh signifikan dari 21 persen menjadi 25 persen.

Beasiswa bagi Anak Bangsa

Dampak nyata dari program ini juga dirasakan oleh generasi muda. Melalui BPJS Ketenagakerjaan, tercatat sebanyak 253 anak sekolah di Jember saat ini menerima beasiswa pendidikan dari negara sebagai manfaat dari kepesertaan orang tua mereka.

Pada tahun 2025, Pemkab Jember memprioritaskan 82.093 pekerja rentan yang terdiri dari 40.300 buruh tani tembakau dan pekerja rentan lainnya, 19.474 pekerja sosial keagamaan, 9.484 pekerja rentan di wilayah desa, 2.000 nelayan tangkap, serta 833 pedagang keliling.

Manfaat Nyata Jaminan Kecelakaan hingga Beasiswa

Kepesertaan ini mencakup dua program dasar, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Dalam tiga tahun terakhir, efektivitas program ini telah terbukti dengan total penyaluran manfaat mencapai Rp51,57 miliar kepada 1.573 penerima.

Secara spesifik, manfaat JKK telah dirasakan oleh 140 penerima dengan nilai total Rp1,04 miliar. Lebih dari sekadar santunan tunai, program ini memberikan harapan bagi masa depan melalui akses beasiswa pendidikan hingga 19 tahun bagi anak peserta yang meninggal dunia.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran OPD Kabupaten Jember, para Camat, Lurah, Kepala Desa, serta penyuluh pertanian yang menjadi bagian penting dalam ekosistem perlindungan pekerja di Jember. (herry)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disnaker Jember Gelar Bimtek Verifikasi Dan Validasi Data Pekerja Rentan/ Buruh Petani Tembakau, Akan Diajukan Untuk Menerima Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Pansus LKPJ DPRD, Kadin Jember Usulkan Kawasan Khusus Ekonomi Dan Aplikasi Cinta UMKM

Bulog Jember, Serap Gabah Petani Perhari Mencapai 2 Ribu Ton