DKPP Jember Gelar Gerakan Pangan Murah di Wilayah Kelurahan Patrang, Tekan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Nataru

Foto : Ujianto di depan stand umkm

JEMBER. barathanews.com  – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Jember secara masif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya nyata untuk melakukan stabilisasi pasokan dan harga pangan. Kegiatan ini dilaksanakan menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), di mana tren kenaikan harga pangan sering terjadi, Jumat (5/12/2025).

GPM digelar  di Lapangan Kreongan Atas, Jl. Merpati RW 01 RT 04, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, dan dimulai sejak pukul 08.00 WIB.

Harga Jual di Bawah Harga Pasar

Berbagai komoditas kebutuhan pokok yang dijual dalam GPM ini ditawarkan dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasaran. Warga dapat membeli:

 * Beras SPHP dari Bulog, dengan harga Rp55.000 per 5 kg, sementara harga di pasar menyentuh Rp60.000.

 * Minyak Goreng Kita

 * Gula pasir, telur, dan sayur mayur.

 * Produk UMKM lokal juga turut meramaikan kegiatan ini.

Ujianto, Analis Ketahanan Pangan dari DKPP Kabupaten Jember, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan respons terhadap tren kenaikan harga di momen Hari Besar Keagamaan Nasional.

"Kami hadir di sini untuk memberikan fasilitas kepada masyarakat agar bisa mendapatkan harga pangan murah dan berkualitas, dengan harga pangan terjangkau," jelas Ujianto di lokasi. 

Ia menambahkan bahwa GPM ini merupakan titik kedua dari 10 titik yang direncanakan DKPP di Jember sepanjang bulan Desember.

Warga dan RT Sambut Antusias

Kehadiran GPM disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga setempat. Lukman Hakim, Ketua RT 04 RW 01, Lingkungan Jangkrik (Kreongan Atas), menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jember.

Lukman Hakim (atas) dan warga yang berbelanja  (bawah)

"Alhamdulillah, respons masyarakat sangat antusias untuk acara ini. Terima kasih juga untuk Kabupaten Jember, sudah mengadakan Gerakan Pangan Murah di lingkungan kami," ujar Lukman Hakim. 

Lukman menegaskan bahwa dari sisi harga, GPM sangat membantu warganya karena harga yang ditawarkan "lebih murah dan sangat terjangkau".

Salah satu warga, Novita dari Patrang, mengungkapkan kegembiraannya karena dapat berbelanja beberapa kebutuhan pokok sekaligus, meskipun masih harus mengantre untuk beras SPHP.

"Belanja gula sama minyak, ini saya sedang nunggu beras SPHP," kata Novita. Ketika ditanya alasannya berbelanja di GPM, ia menjawab singkat, "Harganya lebih murah."

Novita mengungkapkan bahwa harga kebutuhan di pasar cenderung lebih tinggi dibandingkan harga GPM. "Ya senang, karena harganya lebih murah. Kalau di pasar lebih tinggi," imbuhnya.

Baik Ketua RT maupun warga berharap agar kegiatan serupa dapat diperbanyak dan dilaksanakan secara rutin oleh Pemerintah Kabupaten Jember untuk membantu perekonomian warga, khususnya yang kurang mampu. ( herry)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disnaker Jember Gelar Bimtek Verifikasi Dan Validasi Data Pekerja Rentan/ Buruh Petani Tembakau, Akan Diajukan Untuk Menerima Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Pansus LKPJ DPRD, Kadin Jember Usulkan Kawasan Khusus Ekonomi Dan Aplikasi Cinta UMKM

Bulog Jember, Serap Gabah Petani Perhari Mencapai 2 Ribu Ton