REI Jember Desak Solusi Konkret bagi Korban Banjir Vila Indah Tegal Besar, Dorong Diskresi Perbankan
![]() |
| H. Abdus Salam, SE |
JEMBER. barathanews.com – Penanganan dampak banjir yang melanda perumahan Vila Indah Tegal Besar kini memasuki babak baru.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi C DPRD Jember pada Selasa (27/1/2026), Ketua REI Jember, H. Abdus Salam, SE, menyayangkan ketidakhadiran pihak pengembang Vila Indah Tegal Besar. Menurutnya, koordinasi pengembang sangat krusial untuk menentukan langkah advokasi dan solusi bagi warga.
Salah satu poin krusial yang diangkat adalah keterbatasan cakupan asuransi properti saat ini yang mayoritas hanya menjamin risiko kebakaran dan kematian, namun mengesampingkan bencana banjir.
"Bencana adalah kejadian alam yang tidak bisa kita hindari. Secara regulasi perbankan memang kaku, namun kami berharap ada diskresi dari pimpinan pusat perbankan untuk menyikapi masalah asuransi kebencanaan ini bagi korban banjir," tegas Abdus Salam.
Wakil Kepala OJK Jember, Aditya Soelaksono, menyatakan bahwa perbankan sebenarnya memiliki fleksibilitas untuk memberikan relaksasi kepada debitur yang terkena musibah bencana alam.
Aditya menjelaskan terdapat beberapa skema teknis yang dapat diambil oleh pihak bank (seperti BTN dan bank penyalur KPR lainnya) untuk meringankan beban warga, di antaranya:
* Perpanjangan Tenor: Memperpanjang masa kredit agar angsuran bulanan lebih ringan.
* Penurunan Suku Bunga: Memberikan potongan bunga kredit secara langsung.
* Skema Kombinasi: Menggabungkan perpanjangan waktu dan penurunan bunga.
Namun, OJK mengingatkan bahwa keringanan ini tidak terjadi secara otomatis melainkan melalui proses asesmen.
"Kami memahami proses asesmen itu butuh waktu. Maka, sangat penting bagi debitur dan pihak bank untuk segera berkomunikasi begitu ada potensi gangguan kelancaran pembayaran akibat bencana. Jangan menunggu diminta, harus proaktif," ujar Aditya Soelaksono.
REI Jember berencana melaporkan ketidakhadiran pengembang Vila Indah Tegal Besar ke DPD REI Jawa Timur sebagai bahan evaluasi organisasi. Sinergi antara pemerintah, pengembang, dan sektor perbankan diharapkan segera terwujud agar infrastruktur perumahan dapat diperbaiki dan beban finansial warga dapat diringankan secara nyata. (herry)

Komentar
Posting Komentar