Banjir Luapan Lereng Argopuro, PMI Jember Evakuasi Ratusan Warga yang Terjebak di Kegelapan
JEMBER. barathanews.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Kamis siang (13/02/26) hingga malam hari memicu bencana banjir luapan. Meluapnya aliran sungai yang berhulu di lereng selatan Pegunungan Hyang Argopuro menyebabkan ratusan rumah warga terendam dan memutus akses jalan di sejumlah titik.
Merespons kondisi darurat tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember bergerak cepat menerjunkan tim evakuasi ke lokasi terdampak paling parah, salah satunya di Desa Rowotamtu, Kecamatan Rambipuji.
Evakuasi Lansia dan Kelompok Rentan
Dengan kekuatan 6 relawan dan 3 pengurus, PMI Jember mengerahkan dua armada utama—satu unit ambulans dan satu unit truk—untuk menembus lokasi banjir. Prioritas evakuasi diarahkan kepada kelompok rentan seperti lansia, balita, dan ibu hamil yang terjebak di dalam rumah.
Momen dramatis terjadi saat petugas mengevakuasi seorang nenek berusia 85 tahun yang terbaring sakit di rumahnya. Akibat debit air yang terus meninggi, warga sempat kesulitan melakukan penyelamatan mandiri.
"Mbah ini sakit dan tidak bisa jalan. Warga sempat kesulitan membawanya karena air semakin tinggi. Alhamdulillah, ambulans PMI datang tepat waktu sehingga beliau bisa langsung dievakuasi ke rumah kerabatnya yang lebih aman," ujar Zaenuri, Kepala Desa Rowotamtu.
Aksi di Tengah Kegelapan dan Ancaman Longsor
Proses evakuasi berlangsung mencekam di bawah guyuran hujan dan kondisi lingkungan yang gelap gulita. Sekretaris PMI Jember, Ghufron Evyan Efendy, yang memimpin langsung operasi di lapangan, menyebutkan bahwa arus air yang cepat membuat warga panik.
"Kami melakukan enam kali bolak-balik masuk ke area perkampungan menggunakan truk untuk menjemput warga yang terjebak. Rata-rata mereka menunggu bantuan karena arus di depan rumah sudah terlalu kuat untuk dilewati dengan berjalan kaki," jelas Ghufron.
Suasana semakin tegang ketika suara gemuruh terdengar di tengah proses evakuasi. Sebuah toko di bibir sungai dilaporkan ambruk akibat tanah longsor, memicu teriakan histeris warga yang berada di titik kumpul pengungsian.
Data Pengungsi
Hingga berita ini diturunkan, tercatat sebanyak 150 Kepala Keluarga (KK) dengan total 1.400 jiwa dari 13 RT di Desa Rowotamtu telah diungsikan. Masjid setempat kini menjadi titik kumpul utama bagi warga yang rumahnya terendam luapan air.
Warga berharap bantuan logistik dan pemantauan debit air terus dilakukan, mengingat cuaca di area hulu sungai masih terpantau mendung tebal. (*)
Pewarta: herry
Editor : barathanews.com


Komentar
Posting Komentar