Dorong Literasi Keuangan Generasi Muda, FEB Unipar Jember Gelar Seminar Nasional Investasi Pasar Modal
![]() |
| Seminar Nasional investasi FEb Unipar |
JEMBER. barathanews.com — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Argopuro (FEB Unipar) Jember menggelar Seminar Nasional Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (BEI) di Aula Diknas Jember, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan tahunan ini diselenggarakan untuk memberikan edukasi dan literasi keuangan mengenai pasar modal kepada masyarakat luas, mahasiswa, hingga para pelajar SMA di wilayah Jember.
Dekan FEB Unipar Jember, Andri Mardi Susanto, menyatakan bahwa pembekalan literasi investasi perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda dapat memanfaatkan digitalisasi secara bijak dan terhindar dari pemanfaatan teknologi yang negatif.
"Melalui seminar ini, kami ingin mendidik anak-anak muda agar melek digital secara cerdas dan bijak. Kami berharap mahasiswa dan masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan teori, tetapi juga memiliki kesadaran serta kemampuan dalam merencanakan keuangan secara tepat," ujar Andri saat memberikan keterangan.
Ia menambahkan, pihak kampus telah memfasilitasi mahasiswa melalui keberadaan Galeri Investasi BEI di Unipar Jember yang dilengkapi fasilitas pendukung seperti monitor pergerakan saham. Ke depan, keberadaan galeri ini juga diproyeksikan melakukan pembinaan dan sosialisasi secara berkelanjutan ke sekolah-sekolah dan kelompok masyarakat.
Sementara itu, Deputi Kepala Wilayah Jawa Timur PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Dyan Fajar Mahardika, mengapresiasi komitmen FEB Unipar Jember dalam mendirikan galeri investasi sebagai sarana praktik mahasiswa. Dalam pemaparannya, Dyan menyoroti peran strategis generasi muda mengingat lebih dari 54 persen dari total sekitar 30 juta investor pasar modal di Indonesia saat ini didominasi oleh kalangan berusia di bawah 30 tahun.
"Pertumbuhan investor muda sangat pesat, namun tantangannya adalah masih banyak investor pemula yang minim pengetahuan hingga mudah terjebak fenomena FOMO (Fear of Missing Out) atau terpengaruh rekomendasi media sosial tanpa pemahaman yang matang. Generasi muda harus mampu membentengi diri dari risiko investasi bodong dan memahami kondisi pasar secara rasional," tegas Dyan.
Dalam kegiatan yang dipandu oleh moderator Ahmad Junaidi tersebut, para peserta seminar juga mendapatkan fasilitas dukungan berupa top-up saldo awal senilai Rp25.000 untuk pembukaan rekening efek sebagai modal awal praktik berinvestasi di pasar modal Indonesia. (herry)

Komentar
Posting Komentar