Jaga Stok Darah, PMI Jember Gandeng Pondok Pesantren Lewat Program PMI Goes to Ponpes

JEMBER  barathanews.com  – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus memperluas jangkauan gerakan kemanusiaan. Pada Rabu (19/08), PMI Jember secara resmi menjalankan program "PMI Goes to Pondok Pesantren" untuk menjaga ketahanan stok darah wilayah setempat secara berkesinambungan.

​Inisiatif ini menyasar ribuan keluarga besar pesantren, mulai dari pengasuh, santri, wali santri, alumni, hingga masyarakat sekitar untuk rutin mendonorkan darah. Langkah strategis ini pun mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari Bupati Jember, Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc.

​"Kami telah bertemu dengan Gus Bupati Fawait dan Beliau mendukung penuh agar kami masuk ke pondok pesantren untuk mengajak keluarga besar ponpes melaksanakan aksi kemanusiaan donor darah," ujar Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember, dr. M. Agus Burhansyah.

​Sebelumnya, PMI Jember telah menggalang aksi donor darah di Ponpes Nuris dan Ponpes Darusholah. Terbaru, PMI Jember bertandang ke Pondok Pesantren Riyadus Sholihin dan disambut hangat oleh Ketua Yayasan Ponpes Riyadus Sholihin, HM Madini Faruq (Gus Mamak).

​Gus Mamak menyambut baik kolaborasi jangka panjang ini karena donor darah dinilai memiliki dimensi ganda: menyehatkan tubuh sekaligus menyelamatkan nyawa.

​"Di ponpes ini sudah ada budaya bekam dan fasdu yang sama-sama mengeluarkan darah, tetapi darahnya dibuang. Kalau donor darah, darah yang dikeluarkan justru dimanfaatkan untuk menolong pasien di rumah sakit," ungkap Gus Mamak, yang juga berkomitmen menggerakkan alumni kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Bismika.

​Sementara itu, Pengasuh Ponpes Riyadus Sholihin, H. Abdullah Faruq (Gus Aab Faruq), menegaskan potensi pendonor di lingkungannya sangat besar. Pihaknya siap menggerakkan seluruh elemen lembaga demi mengoptimalkan pemenuhan stok darah di Jember.

​"Di yayasan ini ada 60 guru, sekitar 100 siswa kelas X dan XI yang bisa ikut donor darah, dan kami juga bisa mengimbau wali santri yang jumlahnya jauh lebih banyak untuk turut serta berdonor darah," jelas Gus Aab.

​Sinergi antara PMI dan pesantren ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan darah bagi pasien rumah sakit di Kabupaten Jember, sekaligus memupuk jiwa kepedulian sosial pada diri generasi muda santri.(*)



Pewarta: herry 






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi