Bersama Pedagang Pasar Tanjung, Madas Sedarah Jember Unjuk Rasa ke Dishub dan Pemkab
JEMBER. barathanews.com – Ratusan perwakilan pedagang Pasar Tanjung bersama ormas DPC Madas (Madura Asli) Sedarah Jember menggelar aksi unjuk rasa ke kantor Dinas Perhubungan (Dishub) dan Pemkab Jember pada Kamis (1/10/2026).
Aksi ini dilakukan untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak ketegasan pemerintah terkait kebijakan penataan pasar.
Ketua DPC Madas Sedarah Jember, Agus Suwarno (Agus Jagal), menegaskan bahwa kehadirannya di lapangan merupakan bentuk pengawalan langsung atas kuasa yang diberikan oleh para pedagang dalam pasar serta warga setempat.
"Alhamdulillah, kami hadir mendampingi warga dan pedagang yang ada di dalam Pasar Tanjung. Mereka memberikan kuasa kepada Madas Sedarah untuk memperjuangkan keresahan mereka terkait penataan pasar agar kawasan tersebut bisa tertib dan bersih," terang Agus .
Soroti Pedagang Liar dan Tindakan Oknum di Luar Pasar
Dalam aksinya, massa menyoroti keberadaan pedagang di luar area resmi—termasuk pedagang yang menggunakan kendaraan pick-up—yang kerap memicu kemacetan serta merugikan pedagang resmi di area dalam.
Tak hanya itu, Agus membeberkan aduan masyarakat terkait tindakan arogan sebagian oknum pedagang di luar yang kerap merusak fasilitas publik maupun kendaraan warga.
"Ada laporan warga, mobil pribadi yang parkir bisa dicoret-coret, bahkan bannya dikempesin oleh oknum pedagang luar. Ini sudah tidak benar. Padahal pemerintah tidak melarang mereka berjualan, tapi disiapkan tempat di dalam pasar agar rapi dan tidak mengganggu jalan," tegasnya.
Temui Pejabat Pemkab dan DPRD Jember
Usai menyampaikan orasinya, perwakilan pedagang dan Madas Sedarah diterima audiensinya oleh lintas pejabat Pemkab Jember, mulai dari Kepala Satpol PP, Kepala Dishub, Kepala Dinas Perdagangan, hingga Ketua DPRD Jember.
Dalam pertemuan tersebut, pihak jajaran Pemkab dan DPRD menyepakati komitmen untuk tetap konsisten menjalankan skema penataan Pasar Tanjung sesuai arahan Bupati Jember.
"Pemerintah harus tegas. Kalau aturan sudah dibuat demi kebaikan bersama, ya wajib dijalankan. Harapan kami kepada rekan-rekan yang sempat menolak, ayolah kita ikuti aturan demi Jember yang lebih rapi, bersih, dan kondusif," tutup Agus.
( herry)

Komentar
Posting Komentar