Unipar Jember Bekali 160 Mahasiswa Baru S2 Teknologi Pembelajaran Soal Budaya Akademik dan Etika AI
![]() |
| Dr. Ahmad Zaki Emyus, Mpd |
JEMBER. barathanews.com – Program Pascasarjana Universitas PGRI Argopuro (Unipar) Jember meresmikan dimulainya perjalanan akademik 160 mahasiswa baru program Magister (S2) Teknologi Pembelajaran periode 2026/2027 melalui kegiatan Orientasi dan Matrikulasi yang digelar pada Jumat (2/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung intensif selama satu hari penuh hingga sore hari tersebut difokuskan untuk memantapkan kesiapan mental dan akademis para mahasiswa baru sebelum terjun ke dalam dunia perkuliahan dan riset ilmiah.
Direktur Pascasarjana Unipar Jember, Dr. Ahmad Zaki Emyus, M.Pd., menegaskan bahwa matrikulasi ini merupakan langkah penting untuk menyelaraskan pemahaman seluruh peserta yang berasal dari latar belakang beragam.
"Orientasi dan matrikulasi ini bertujuan untuk mengenalkan lingkungan dan budaya akademik, sistem pembelajaran, serta tuntutan studi di jenjang magister," ujar Dr. Ahmad Zaki
![]() |
| Mahasiswa Baru S2 Unipar |
Ia menambahkan, matrikulasi berfungsi sebagai pondasi awal agar mahasiswa tidak terkejut dengan standar akademik perguruan tinggi. "Matrikulasi ini menjadi ruang penyamaan persepsi dan memperkuat fondasi keilmuan mahasiswa. Harapannya, mereka memiliki kesiapan yang lebih baik sebelum memasuki proses perkuliahan dan penelitian," ungkapnya.
Lebih lanjut, Dr. Zaki mengingatkan agar para mahasiswa tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa ijazah atau gelar semata.
"Pihak kampus berharap para mahasiswa tidak hanya mengejar gelar akademik semata, tetapi juga berkembang menjadi insan akademik yang kritis, kreatif, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara," tegas Dr. Zaki.
Didominasi Praktisi Pendidikan
Pada angkatan tahun ini, sebanyak 160 mahasiswa baru resmi bergabung di program S2 Teknologi Pembelajaran. Latar belakang mereka didominasi oleh praktisi pendidikan aktif, seperti guru, kepala sekolah, hingga pengawas sekolah. Komposisi kepegawaian peserta terbilang seimbang antara Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), di samping hadirnya sejumlah lulusan baru (fresh graduate).
Melihat tingginya potensi pengalaman para peserta, Dr. Zaki menekankan pentingnya menjadikan kampus sebagai wadah kolaborasi.
"Kampus Unipar bukan hanya sekadar tempat memperoleh gelar, tetapi menjadi ruang bertumbuh, membangun jejaring, menghasilkan gagasan, serta memberikan solusi atas berbagai persoalan, khususnya di bidang pendidikan dan pembelajaran," tambah Dr. Zaki.
Ulas Etika Kecerdasan Buatan (AI)
Untuk memberikan wawasan mutakhir, Pascasarjana Unipar turut menghadirkan pakar pendidikan dari Kupang, Prof. Dedy Lasfeto, sebagai narasumber utama.
Dalam pemaparannya, Prof. Dedy mengupas tuntas mengenai dinamika teknologi masa kini, khususnya terkait peran dan etika pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia akademik modern. Ia mengingatkan mahasiswa agar bijak memanfaatkan teknologi AI sebagai alat bantu pembelajaran tanpa mengabaikan etika dan integritas ilmiah. ( herry)


Komentar
Posting Komentar