BPD HIPMI Jatim Gelar HIPMI Tax Day 2026 di Jember untuk Dorong Pengusaha Muda Melek Pajak

HIPMI Jember bersama Ketua BPD HIPMI Jatim 

JEMBER. barathanews.com — Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jawa Timur menggelar kegiatan sosialisasi perpajakan bertajuk HIPMI Tax Day 2026 di Hotel Fortunagrande, Jember, pada Kamis (8/10/2026). Forum edukasi ini diselenggarakan sebagai langkah strategis untuk memperluas wawasan para pelaku usaha muda dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengenai regulasi serta tata kelola perpajakan terbaru.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan jajaran pengurus serta anggota BPC HIPMI dari berbagai daerah di Jawa Timur, meliputi wilayah Jember, Banyuwangi, Bondowoso, hingga Probolinggo.

Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur, Ahmad Salim Assegaf, menyampaikan bahwa HIPMI Tax Day edisi kedua ini dirancang khusus untuk mensosialisasi aturan serta regulasi perpajakan secara komprehensif. Melalui sosialisasi ini, para anggota diharapkan dapat mengelola aspek perpajakan perusahaannya secara lebih tertata dan akuntabel.

"Acara yang kita lakukan hari ini merupakan yang kedua dengan target sosialisasi aturan dan rules perpajakan. Tentunya forum ini hadir agar teman-teman anggota HIPMI Jawa Timur dapat lebih mengerti perpajakan, sehingga tata kelola di perusahaan maupun produk masing-masing menjadi lebih tertata rapi," ujar Ahmad Salim.

Lebih lanjut, Ahmad Salim menekankan pentingnya kemudahan akses informasi serta adanya relaksasi di bidang perpajakan guna mendukung iklim usaha. Menurutnya, partisipasi aktif para pengusaha muda dalam forum ini menjadi bukti nyata kepatuhan dan komitmen BPD HIPMI Jawa Timur dalam mendukung penerimaan negara.

Ketua HIPMI Jatim dan Beni Yuanto 

Pelaksanaan acara di Jember turut mendapat apresiasi dari Ketua Umum BPC HIPMI Jember, Hollan Sanjaya. Ia menilai edukasi perpajakan ini memberikan pemahaman baru bagi para anggota yang sebelumnya mengalami kendala dalam memahami aturan pajak.

Hollan mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sekitar 82 peserta dari Jember dan terbukti sangat membantu mencerahkan para pengusaha yang minim literasi perpajakan. Menurut pengamatannya, peningkatan kapasitas literasi ini menjadi modal penting agar pengusaha tidak hanya berfokus pada capaian omzet semata.

"Harapan ke depan, teman-teman pengusaha di Jember tidak hanya memikirkan omzet, tetapi juga harus melek pajak. Jika kita taat pajak, kemungkinan besar usaha kita akan semakin melesat," tegas Hollan.

Sementara itu, pemateri dari BYC Consulindo sekaligus pengurus Bidang 2 BPD HIPMI Jatim, Beni Yuanto, memaparkan materi seputar pembaruan regulasi, penanganan isu-isu terkini, serta tantangan perpajakan yang sering dihadapi oleh UMKM. Beni menggarisbawahi bahwa ketidakpahaman atas aturan pajak kerap menjadi hambatan utama bagi pelaku usaha untuk mengeskalasi kapasitas bisnisnya (naik kelas).

Guna mengatasi tantangan tersebut, Beni menjelaskan bahwa HIPMI berupaya meningkatkan kesadaran para anggota terhadap penerapan sistem perpajakan modern. Dengan kesiapan dan pemahaman yang matang, pengusaha dapat menentukan opsi efisiensi pajak yang tepat tanpa melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

"Melalui acara ini, kami ingin meningkatkan awareness tentang peraturan baru agar teman-teman lebih siap dan memiliki opsi pembayaran pajak yang efisien tanpa mengganggu jalannya bisnis," pungkas Beni. 

( herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

Bupati Jember Lantik Puluhan Pejabat Administrator, Pengawas dan Kepala Puskesmas untuk Percepatan Layanan Publik

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah