Jadikan 2026 Tahun Pembuktian, Gus Fawait Minta Kepala Puskesmas Baru Kerja Cepat dan Responsif
Dalam arahannya, Gus Fawait menegaskan bahwa tahun 2026 adalah "Tahun Pembuktian", khususnya di sektor kesehatan. Ia menekankan bahwa pergeseran jabatan di lingkungan Puskesmas adalah hal yang wajar guna menyegarkan organisasi dan menyatukan frekuensi kerja demi menyukseskan program-program unggulan Pemkab Jember.
Fokus pada Indikator Kesehatan dan Program Unggulan
Bupati menyoroti perlunya percepatan dalam memperbaiki indikator kesehatan masyarakat yang selama hampir sepuluh tahun terakhir dinilai belum menunjukkan perubahan signifikan.
* Penurunan Angka Stunting: Menargetkan penurunan yang lebih drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
* Apresiasi Ibu dan Bayi: Menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui koordinasi intensif antara Puskesmas dan Camat.
* Layanan Home Care: Memastikan program layanan kesehatan di rumah (home care) berjalan maksimal sehingga menyentuh masyarakat hingga ke tingkat bawah.
> "Saya ingin pelayanan kesehatan di Puskesmas benar-benar baik. Mindset masyarakat yang sering memandang sebelah mata layanan Puskesmas harus kita ubah dengan bukti kerja nyata," tegas Gus Fawait.
Evaluasi Ketat dan Jenjang Karier
Gus Fawait juga menerapkan standar evaluasi yang ketat. Sama halnya dengan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat, kinerja Kepala Puskesmas akan dievaluasi setiap tiga bulan sekali. Hal ini dilakukan untuk memastikan optimalisasi dana kapitasi BPJS serta pemeliharaan fasilitas pelayanan kesehatan berjalan sesuai target.
Menariknya, Bupati Jember membocorkan bahwa Puskesmas kini menjadi "kawah candradimuka" bagi calon pemimpin masa depan. Ia memproyeksikan Kepala Puskesmas yang sukses memajukan instansinya untuk dipromosikan menjadi Direktur Rumah Sakit.
Menuju Wisata Medis
Di akhir sambutannya, Gus Fawait mengajak para tenaga kesehatan untuk mulai membangun visi besar bagi Jember. Terinspirasi dari kesuksesan Penang di Malaysia, ia ingin Jember tidak hanya dikenal karena wisata alamnya, tetapi juga menjadi destinasi Wisata Medis (Medical Tourism).
"Kita ingin regenerasi berjalan baik. Jika mereka mampu membuat Puskesmas maju, mereka punya referensi dan pengalaman yang cukup untuk memimpin rumah sakit yang lebih besar. Ini adalah langkah kita memenuhi kebutuhan dasar masyarakat Jember," tutupnya. ( herry)

Komentar
Posting Komentar