PMI Jember dan Palang Merah Jepang Perkuat Ketangguhan Bencana Melalui Manajemen Posko


JEMBER . barathanews.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember terus memperkuat kapasitas personelnya dalam menghadapi ancaman bencana melalui kolaborasi internasional. Melalui program School and Community Resilience (SCR), PMI Jember menggandeng Japanese Red Cross Society (JRCS) menggelar pelatihan Manajemen Tanggap Darurat (MTD) dan operasional Posko pada Jumat (09/01/26).

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus, pegawai, relawan, hingga tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT). Hadir langsung dalam agenda tersebut perwakilan JRCS Pusat, Nodoka, serta Delegasi JRCS untuk Indonesia, Teuku Awaludin.

Adopsi Sistem Tanggap Darurat Jepang

Nodoka, yang memiliki latar belakang medis di rumah sakit Jepang, menyatakan kebanggaannya dapat kembali ke Jember untuk berbagi ilmu mengenai manajemen tanggap darurat yang menjadi kunci utama penanganan bencana di negaranya.

"Saya sangat senang bisa kembali ke Jember. Pelatihan manajemen tanggap darurat dan Posko ini sangat penting agar kesiapsiagaan bisa berkelanjutan seperti di Jepang. Di akhir pelatihan nanti, kami akan melakukan simulasi agar semua peserta memahami tahapan-tahapannya secara nyata," ujar Nodoka.

Menjaga Estafet Pengetahuan

Delegasi JRCS untuk Indonesia, Teuku Awaludin, menekankan pentingnya penyegaran pengetahuan (refreshment). Ia mencontohkan peristiwa Tsunami Aceh yang sudah berlalu 22 tahun; jika pengetahuan tidak terus diperbarui, maka kesiapan akan hilang seiring bergantinya personel.

"Masyarakat harus tangguh, sekolah harus tangguh, dan PMI-nya pun harus tangguh. Pelatihan ini tidak hanya fokus pada KSR (Korps Sukarela), tapi juga menyasar pengurus dan masyarakat," tegas Awaludin.

Ia juga menambahkan bahwa efektivitas logistik dan aktivasi Posko adalah kunci untuk mencapai target Ketua PMI Pusat, yaitu "Enam Jam Sampai" di lokasi bencana. Belajar dari keberhasilan PMI Sukabumi saat banjir bandang, Awaludin berharap PMI Jember dapat membiasakan diri melalui simulasi rutin.

Membangun Budaya Siaga di Wilayah Rawan

Wakil Ketua PMI Kabupaten Jember, Aep Ganda Permana, menyambut baik dukungan penuh dari Palang Merah Jepang. Mengingat Jember memiliki potensi bencana yang beragam—mulai dari banjir hingga ancaman megathrust—pelatihan selama tiga hari ini diharapkan mampu membangun fondasi budaya siaga yang kuat.

"Dengan adanya pelatihan manajemen ini, diharapkan seluruh komponen PMI Jember memiliki kesepahaman yang sama dalam menggerakkan sumber daya saat masa darurat," pungkas Aep.


Pewarta: Herry

Editor: herry 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disnaker Jember Gelar Bimtek Verifikasi Dan Validasi Data Pekerja Rentan/ Buruh Petani Tembakau, Akan Diajukan Untuk Menerima Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Pansus LKPJ DPRD, Kadin Jember Usulkan Kawasan Khusus Ekonomi Dan Aplikasi Cinta UMKM

Bulog Jember, Serap Gabah Petani Perhari Mencapai 2 Ribu Ton