FGD HPSN 2026: Camat Rambipuji Ajak Masyarakat Jadikan Pengelolaan Sampah sebagai Budaya
JEMBER. barathanews.com – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Pemerintah Kecamatan Rambipuji menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Mau Dibawa Kemana Sampahmu?". Acara yang berlangsung di Kantor Kecamatan Rambipuji pada Sabtu malam (7/2/2026) ini menghadirkan berbagai elemen pemangku kepentingan untuk berkolaborasi demi mewujudkan Indonesia Bersih.
Hadir sebagai salah satu narasumber utama, Camat Rambipuji, Roni Herman Basa, menekankan bahwa permasalahan sampah bukan sekadar isu lingkungan, melainkan persoalan kompleks yang menyentuh ranah kesehatan, ekonomi, hingga kualitas hidup masyarakat.
"Penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Ini membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Sampah yang tidak dikelola dengan baik adalah bom waktu bagi banjir dan penyakit," ujar Roni di hadapan para peserta FGD.
Mendorong Pengelolaan Berbasis Sumber
Dalam pemaparannya, pihak kecamatan mendorong penguatan pengelolaan sampah yang dimulai dari hulu, yakni rumah tangga, sekolah, dan tempat usaha. Roni menjelaskan beberapa poin krusial yang tengah digalakkan di wilayah Rambipuji, di antaranya:
* Pemilahan sampah secara mandiri dari rumah.
* Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai.
* Optimalisasi Bank Sampah sebagai pilar ekonomi sirkular.
* Kolaborasi lintas sektor antara akademisi, praktisi, dan pemerintah.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kegiatan FGD ini juga menghadirkan perspektif dari berbagai sudut pandang. Selain Camat Rambipuji, narasumber lain yang turut memberikan materi adalah Moh. Andi Wijaya (Deputi Pegadaian Area Jember) dan Asroful Abidin, ST, M. Eng. (Akademisi dari Universitas Muhammadiyah). Jalannya diskusi dipandu oleh Gea Rara Hayu Arimbi sebagai moderator.
Kehadiran perwakilan dari Pegadaian dan akademisi menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masa kini sudah mengarah pada inovasi dan nilai ekonomi, di mana sampah dapat dikonversi menjadi tabungan atau dikaji secara teknis untuk keberlanjutan lingkungan.
Sebagai penutup, Roni Herman Basa berharap momentum HPSN 2026 ini bukan hanya sekadar seremoni tahunan. "Lingkungan yang bersih adalah cerminan peradaban. Mari kita bangun komitmen nyata hari ini demi masa depan generasi mendatang," pungkasnya.
( herry)


Komentar
Posting Komentar