Raker Komisi A DPRD dan Dispendukcapil Jember Urus Adminduk Makin Cepat Lewat Inovasi "Lahbako" dan Sidang Online
![]() |
| Bambang Saputro,SH,Msi |
JEMBER . barathanews.com – Komisi A DPRD Kabupaten Jember menggelar rapat kerja bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember di ruang rapat Komisi A pada Selasa (10/2/2026). Pertemuan yang dipimpin oleh Mufid dari Komisi A ini fokus pada satu tujuan besar: akselerasi kualitas pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) bagi warga Jember.
Terobosan Layanan: Dari "Peta Cinta" hingga Kerjasama Pengadilan
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, S.H., M.Si., mengungkapkan bahwa pihaknya terus menekan birokrasi agar layanan semakin dekat dengan rumah warga. Keberhasilan program "Peta Cinta" yang diluncurkan awal Januari lalu menjadi bukti nyata, di mana warga kini bisa mencetak KTP langsung di kantor kecamatan.
![]() |
| Rapat kerja di Komisi A DPRD Jember |
Namun, inovasi tidak berhenti di sana. Dispendukcapil tengah menjajaki kerjasama strategis dengan Pengadilan Negeri Jember untuk memangkas prosedur perubahan dokumen yang memerlukan ketetapan hukum, seperti revisi akta kelahiran.
"Warga cukup datang ke desa atau kecamatan, pendaftaran melalui aplikasi Lahbako, dan proses persidangan dilakukan secara daring (online). Hari itu juga perubahan dokumen bisa langsung ditetapkan tanpa warga harus bolak-balik ke kantor Dispenduk atau Pengadilan," jelas Bambang.
Data Akurat, Hemat Anggaran Daerah
Di sisi lain, anggota Komisi A DPRD Jember, Alvan Yusfi, memberikan catatan kritis mengenai pentingnya validitas data. Menurutnya, Adminduk bukan sekadar urusan kertas, melainkan instrumen penting dalam efisiensi anggaran daerah, terutama pada program Universal Health Coverage (UHC).
![]() |
| Alfan Yusfi |
"Pendataan periodik terhadap warga yang meninggal dunia atau pindah domisili sangat krusial. Jika data tidak diperbarui, APBD akan terus terbebani untuk membayar premi warga yang sebenarnya sudah tidak berhak. Adminduk yang baik adalah kunci pengentasan kemiskinan yang tepat sasaran," tegas Alvan.
Harapan Kedepan
Rapat kerja ini diharapkan memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif. Dengan integrasi aplikasi "Lahbako" hingga ke tingkat desa, Kabupaten Jember optimistis dapat mewujudkan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan terintegrasi.
(herry)



Komentar
Posting Komentar