Wujudkan Jember Bebas Sampah, Ribuan Relawan WCD Gelar Aksi Bersih-Bersih di Rambipuji
JEMBER. barathanews.com – Semangat menjaga kelestarian lingkungan membahana di Kecamatan Rambipuji akhir pekan ini. Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, komunitas World Cleanup Day (WCD) Jember menggelar aksi bersih-bersih selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (7-8 Februari 2026).
Puncak acara yang berlangsung pada Minggu pagi (8/2/2026) dipusatkan di kawasan Alun-Alun dan Pasar Rambipuji. Ribuan peserta dari berbagai elemen—mulai dari pelajar, komunitas peduli lingkungan, hingga aparatur pemerintah—tampak antusias memunguti sampah anorganik yang berserakan di fasilitas publik.
Apresiasi dari Wakil Bupati Jember
Acara diawali dengan senam bersama dan apel kesiapsiagaan lingkungan yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Jember, Dr. Joko Susanto, SH, MH. Dalam wawancara dengan media, beliau memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mandiri masyarakat.
"Saya sangat mengapresiasi masyarakat yang telah berdedikasi mewujudkan acara ini. Ini murni kreativitas dan dedikasi warga tanpa bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah. Harapannya, Jember benar-benar bisa bebas sampah," ujar Dr. Joko Susanto.
Edukasi dan Tantangan Sampah Anorganik
Pihak panitia menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar memungut sampah, melainkan upaya edukasi berkelanjutan. Erni, relawan WCD Jember, menjelaskan bahwa sasaran edukasi mencakup seluruh lapisan, termasuk ibu rumah tangga.
"Kita perlu pilah-pilah sampah dari rumah agar tidak menumpuk dan membahayakan lingkungan," ungkap Erni.
Sementara itu, Sekcam Rambipuji, H. Habib Salim, S.Sos, yang turut terjun ke lapangan, menyoroti tantangan besar sampah anorganik di fasilitas umum. Ia mengakui bahwa kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan karena volume sampah yang dibuang masih lebih besar daripada yang dipungut.
Refleksi Tragedi Leuwigajah
Ketua Panitia HPSN Jember, Putut Catur, mengingatkan bahwa HPSN memiliki latar belakang sejarah yang kelam, yakni tragedi ledakan TPA Leuwigajah di Cimahi yang menewaskan ratusan orang.
"Ini peringatan bagi kita. Jika sampah dipilah dengan baik, kedepannya sampah bahkan bisa memiliki nilai ekonomi, menjadi uang atau bahkan emas," pungkas Putut.
Kegiatan yang merupakan peringatan ke-22 secara nasional ini ditutup dengan pengangkutan berton-ton sampah oleh armada kebersihan untuk dikelola lebih lanjut di tempat pembuangan akhir.
(herry)


Komentar
Posting Komentar