Sejarah Baru! PAD Jember Tembus Rp1 Triliun, Gus Fawait: Bukti Ekonomi Rakyat Kecil Terlindungi
JEMBER. barathanews.com – Pemerintah Kabupaten Jember mencatatkan sejarah baru dalam pengelolaan keuangan daerah. Untuk pertama kalinya sejak era otonomi daerah 26 tahun silam, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember berhasil menembus angka psikologis Rp1 triliun.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Jember, Gus Fawait, dalam arahannya di Aula Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember pada Selasa (06/01/2026). Pencapaian ini disambut syukur sebagai kado awal tahun bagi masyarakat Jember.
Lompatan Signifikan Tanpa Bebani Rakyat
Berdasarkan data yang dipaparkan, PAD Jember tahun 2025 mencapai Rp1,024 triliun, meningkat drastis sebesar 32,36% dibandingkan capaian sebelumnya yang berada di angka Rp774 miliar.
Gus Fawait menegaskan bahwa prestasi ini diraih dengan cara yang tidak biasa. Alih-alih menaikkan pajak, pemerintah justru melakukan relaksasi dan penataan pada sektor-sektor kunci.
"Kenaikan PAD ini yang perlu dibanggakan adalah tanpa menaikkan pajak kepada masyarakat. Justru kita menurunkan beberapa pajak, contohnya retribusi pasar," tegas Gus Fawait. Ia menambahkan bahwa filosofi kepemimpinannya mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk selalu membela "wong cilik" atau rakyat kecil.
Menutup Kebocoran dan Inovasi Sektor Informal
Dalam penjelasannya, Gus Fawait mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan ini adalah keberanian untuk mengevaluasi target dan menutup celah kebocoran anggaran. Ia mengapresiasi kinerja Bapenda dan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil yang bekerja secara efektif dan transparan.
Selain pengelolaan pajak, Pemkab Jember juga fokus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui berbagai inovasi, di antaranya:
* Gerobak Mlijo Cinta: Program bantuan sarana usaha bagi pedagang sayur keliling (mlijo).
* Pengembangan Food Street: Penataan kawasan kuliner seperti di Jalan Kartini hingga Gatot Subroto untuk meningkatkan kelas pedagang kaki lima (PKL).
* Optimalisasi Sektor Informal: Merangkul UMKM sebagai motor penggerak ekonomi saat menghadapi ancaman krisis.
Fiskal untuk Pemerataan
Bagi Gus Fawait, PAD yang tinggi bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan alat untuk mencapai pemerataan pembangunan. Menurutnya, sektor konsumsi rumah tangga di Jember sangat tinggi, sehingga penguatan sektor informal dan masyarakat desa menjadi harga mati.
"Pertumbuhan ekonomi itu penting, tapi yang lebih penting adalah pemerataan. Yang kecil harus kita lindungi, yang besar harus kita ayomi," pungkasnya di hadapan para pejabat yang hadir. (herry)

Komentar
Posting Komentar