Tim Relawan URC Tagana Jatim, Masih Di Aceh Fokus Recovery Pasca-Bencana


Ahmad  Wahid Alfin

JEMBER. barathanews.com – Semangat kemanusiaan terus mengalir dari Jawa Timur untuk para penyintas bencana di Aceh. Ketua Wilayah Unit Reaksi Cepat (URC) Tagana Jawa Timur, Ahmad Wahid Alfin, S.Farm., membagikan pengalamannya memimpin tim relawan dalam misi kemanusiaan yang telah berlangsung selama lebih dari dua pekan di wilayah Sumatra.

Tim yang beranggotakan personel lintas keahlian ini bergerak cepat sejak awal terjadinya bencana. Hanya dalam waktu tiga hari setelah tragedi melanda, tim URC Tagana sudah berada di lokasi untuk memberikan bantuan medis dan logistik.

Layanan Kesehatan dan Bantuan Logistik

Selama 12 hari masa tugas gelombang pertama, tim fokus pada beberapa titik krusial di Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya. Alfin menjelaskan bahwa setiap harinya, tim mampu menjangkau dua desa dengan melayani sekitar 55 hingga 110 jiwa per desa.

"Kami melaksanakan bakti sosial layanan kesehatan dan penyaluran donasi berupa makanan siap saji, nutrisi balita, hingga sanitarian kit," ujar Alfin, warga Sumbersari Jember dalam wawancara pada Selasa (6/1/2026).

Strategi Penanganan Bertahap

Untuk menjaga efektivitas dan stamina personel, pemberangkatan tim dilakukan secara bertahap dalam beberapa sif. Setiap tim terdiri dari lima personel dengan komposisi lengkap, meliputi:

 * Satu orang Dokter

 * Satu orang Perawat

 * Satu orang Farmasi (Apoteker)

 * Satu orang tenaga Umum

 * Satu orang tenaga Psikososial (Trauma Healing)

Selain bantuan medis, tim URC juga berperan dalam membuka jalur distribusi logistik ke wilayah-wilayah yang sulit terjangkau guna memastikan bantuan sampai ke tangan masyarakat yang paling membutuhkan.

Memasuki Fase Recovery

Meski kondisi di beberapa wilayah seperti Sumatra Barat dan Medan sudah mulai kondusif, tim relawan masih tetap bersiaga di empat kabupaten di Aceh, yakni Bireuen, Pidie Jaya, Takengon, dan Aceh Tamiang.

Fokus saat ini telah bergeser ke tahap pemulihan (recovery), baik secara mental maupun kesehatan fisik. Alfin menekankan pentingnya bantuan alat dapur bagi warga yang mulai kembali ke rumah masing-masing atau menempati hunian sementara (huntara).

"Kami akan terus mendampingi sampai kondisi masyarakat benar-benar normal kembali. Kami juga berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga terkait untuk saling menguatkan dalam menghadapi masa sulit ini," tutupnya. (herry)







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disnaker Jember Gelar Bimtek Verifikasi Dan Validasi Data Pekerja Rentan/ Buruh Petani Tembakau, Akan Diajukan Untuk Menerima Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Pansus LKPJ DPRD, Kadin Jember Usulkan Kawasan Khusus Ekonomi Dan Aplikasi Cinta UMKM

Bulog Jember, Serap Gabah Petani Perhari Mencapai 2 Ribu Ton