Ajang FLS2N Jember 2026, Kasi Kurikulum Ingatkan Pendidikan Karakter dan Kejujuran Jauh Lebih Mahal dari Piala

Kasi Kurikulum SD saat menyampaikan sambutan 

JEMBER,  barathanews.com – Hari kedua pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SD 2026 tingkat Kabupaten Jember tidak hanya menjadi panggung unjuk bakat, tetapi juga momentum refleksi pentingnya esensi pendidikan karakter. Kompetisi yang digelar di kompleks lembaga pendidikan pesantren Al Qodiri, Gebang, Patrang pada Selasa (19/05/2026) ini, melombakan cabang pantomim dan kriya demi merebut tiket menuju tingkat Provinsi Jawa Timur.

​Di hadapan para pengawas, kepala sekolah, dan guru pendamping, Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember, Muhammad Irfan Zainul Amin, S.Pd.SD., M.M., memberikan pesan mendalam. Saat membacakan pengumuman pemenang, Irfan menekankan bahwa ruh dari pendidikan adalah kekompakan dan penanaman nilai kejujuran sejak dini.

​Membangun Mental dan Dukungan Moril Sekolah

​Menurut Irfan, FLS2N jangan hanya dipandang sebagai ajang berburu trofi mumpung. Lebih dari itu, kompetisi ini adalah laboratorium mental bagi anak didik untuk mengeksplorasi potensi diri mereka secara sehat.

​"Kekompakan di tingkat sekolah itu modal utama. Berikan support terbaik untuk anak didik kita, baik saat mereka bersiap, saat bertanding, maupun ketika menerima hasil pengumuman. Anak-anak harus merasa didukung penuh agar mentalnya terbangun dengan baik," ujar Irfan.

​Ia menambahkan bahwa menang atau kalah adalah dinamika biasa dalam kompetisi. Namun, memori tentang bagaimana lingkungan sekolah memberikan dukungan positif akan membekas menjadi modal psikologis yang kuat bagi masa depan anak.

​Sentilan Keras Soal Integritas: Ujian Nyata Kepala Sekolah

​Sorotan tajam tertuju pada cabang lomba kriya (kerajinan tangan). Irfan mengingatkan agar kemurnian karya anak-anak harus dijaga tanpa adanya intervensi atau bantuan "tangan gaib" dari pihak guru maupun kepala sekolah.

​Dengan nada edukatif namun tegas, Irfan mengingatkan peran kepala sekolah sebagai nakhoda lembaga pendidikan yang memegang tanggung jawab moral tertinggi.

​"Khususnya untuk lomba kriya, biarkan anak-anak berkreasi dengan jujur sesuai kemampuan mereka. Kalau sampai ada murid yang tidak jujur saat lomba, maka sebenarnya Kepala Sekolah-lah yang mengajari ketidakjujuran itu," tegas Irfan.

Saat acara FLS2N Jember 

Bagi Dispendik Jember, membiarkan atau memfasilitasi kecurangan demi mengejar gengsi juara sama saja dengan kegagalan total dalam mengemban misi utama pendidikan karakter. Sekolah sejati harus mampu melahirkan prestasi yang lahir dari proses yang jujur.

​Daftar Juara FLS2N SD 2026 Tingkat Kabupaten Jember

​Berikut adalah para siswa berprestasi yang berhasil menunjukkan karya terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas:

​1. Lomba Pantomim

​Juara 1: Muhammad Panji Waranggana & Irsyad Sadira (SDN Karangrejo 01 Sumbersari)

​Juara 2: Waras Sidik Langgeng & Rani Aulia (SDN Kencong 05 Kecamatan Kencong)

​Juara 3: Keysa Ilayya Rahmatika & Jerista Ayu Nitasari (SDN Lembengan 01 Ledokombo)

​2. Lomba Kriya

​Juara 1: M. Roy Saputra (SDN Jatian 03 Pakusari)

​Juara 2: Yusron Tamami (SDN Slaten 01 Ledokombo)

​Juara 3: Annisa Nabila S (SDN Langkap 01 Bangsalsari)

​Melalui momentum FLS2N ini, Dispendik Jember berharap seluruh SD di Kabupaten Jember dapat terus bersinergi membangun iklim kompetisi yang sehat, suportif, dan senantiasa menomorsatukan nilai-nilai kejujuran demi melahirkan generasi emas Jember yang berkarakter kuat. (herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah