Warga Jember Tak Perlu ke Luar Kota, Tempat Penitipan Abu dan Krematorium Kini Hadir di Silo

Rumah penyimpanan abu di desa Garahan Silo 

JEMBER. barathanews.com  – Selama bertahun-tahun, warga Kabupaten Jember yang membutuhkan layanan kremasi dan penyimpanan abu jenazah harus menempuh perjalanan jauh ke luar kota, seperti Surabaya. Namun, mulai 1 Mei 2026, beban logistik dan waktu bagi keluarga yang berduka kini berkurang secara signifikan seiring dengan diresmikannya Kolumbarium Karmel Parantijati.

​Berlokasi strategis di Desa Garahan, Kecamatan Silo, fasilitas ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan tempat peristirahatan terakhir yang layak, tenang, dan penuh hormat bagi orang terkasih.

Fasilitas Modern dalam Balutan Keheningan

​Kolumbarium Karmel Parantijati bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan sebuah ruang refleksi yang didesain dengan konsep modern dan ramah bagi semua kalangan. Beberapa keunggulan fasilitas ini meliputi:

​Lingkungan yang Asri: Menawarkan suasana yang tenang dan sejuk, sangat mendukung momen doa dan refleksi keluarga.

​Aksesibilitas Penuh: Gedung didesain modern, bersih, dan sepenuhnya ramah kursi roda, memastikan kenyamanan bagi lansia dan penyandang disabilitas.

​Fasilitas Penunjang: Tersedia taman indah untuk berdoa, area parkir yang luas, serta lokasi yang mudah diakses dari pusat kota.

Keterbukaan Lintas Agama

​Salah satu poin penting dari kehadiran Kolumbarium ini adalah sifatnya yang inklusif. Senada dengan pernyataan dr. Budi Sutrisno, fasilitas ini terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan.

​"Krematorium itu untuk pembakaran mayat, kalau kolumbarium itu penitipan abu jenazah. Itu untuk orang agama apa pun boleh," terang dr. Budi Sutrisno saat dikonfirmasi pada Senin (4/5/2026).

​Meskipun beberapa bagian infrastruktur masih dalam tahap penyempurnaan administratif, layanan penitipan abu jenazah sudah mulai melayani warga Jember maupun warga dari luar kota dengan sistem administrasi jasa yang transparan.

​Kehadiran Kolumbarium Karmel Parantijati menjadi tonggak penting bagi pelayanan publik di Jember—sebuah tempat di mana keheningan, kedamaian, dan kasih bertemu dalam kenangan abadi.

​(herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah