Dihadiri Kepala Bulog Jember, KTNA Jember Gelar Rakor Perkuat Sinergi Dukung Swasembada Pangan
![]() |
| M. Ade Saputra ( tengah), M. Sholeh ( kanan) dan Suwarno ( kiri), foto: herry |
JEMBER. barathanews.com – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Jember menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Halalbihalal di kediaman H. Nawawi, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kamis (16/4/2026).
Selain menjadi ajang silaturahmi pasca Idulfitri, pertemuan ini difokuskan pada penguatan sinergi antara petani dan Bulog untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Bulog Cabang Jember, Moch. Ade Saputra; Ketua KTNA Jember, Moch. Sholeh, SH beserta jajaran pengurus; Ketua KTNA tingkat kecamatan se-Kabupaten Jember; Ketua Gapoktan; Forum Kios Pupuk; perwakilan PT Pupuk Indonesia; Pemuda Tani; hingga Penyuluh Pertanian dari DTPH Jember.
Kepala Bulog Jember, Moch. Ade Saputra, menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk mendukung produktivitas hasil pertanian yang saat ini menjadi prioritas bangsa. Ia memaparkan bahwa capaian penyerapan gabah di Jember menunjukkan tren positif.
"Serapan Bulog Jember dari Januari sampai hari ini totalnya gabah kering panen sebesar 138.000 ton, atau setara beras 70.000 ton. Angka ini sudah mencapai 83% dari target 84.000 ton. Insyaallah sebelum Juni kita sudah 100%," ujar Ade.
Untuk mencapai target tersebut, Bulog terus mengoptimalkan tim jemput pangan dan bekerja sama dengan Poktan, KTNA, serta asosiasi lainnya guna memastikan stok pangan nasional tetap terjaga.
Kesejahteraan Petani di Tengah Kenaikan Harga
Ketua KTNA Jember, Moch. Sholeh, SH, menyatakan bahwa kemitraan dengan Bulog melalui program **"Maklun"** sangat membantu petani dalam menyalurkan hasil panen dalam bentuk beras melalui koperasi. Ia juga menyoroti kondisi harga gabah saat ini yang dinilai sangat menguntungkan pihak petani.
"Saat ini terjadi kenaikan harga padi kering sawah yang signifikan. Pemerintah menerapkan harga pembelian Rp6.500, namun di lapangan harga padi KS yang bagus bisa mencapai Rp7.200 hingga Rp7.500," jelas Sholeh.
Menurut Sholeh, tingginya harga di tingkat petani merupakan indikator kesejahteraan. Namun, ia memastikan jika harga sewaktu-waktu turun di bawah Rp6.500, KTNA bersama Bulog siap melakukan penyerapan sesuai harga patokan pemerintah untuk melindungi petani.
Kegiatan Rakor ini rutin dilaksanakan setiap 3 hingga 4 bulan sekali secara bergilir di berbagai wilayah di Kabupaten Jember guna menyerap aspirasi petani secara langsung dan memastikan koordinasi dengan Pemerintah Daerah tetap solid. ( * )
Penulis : herry
Editor: barathanews.com


Komentar
Posting Komentar