Dandim 0824 Jember Tegaskan Pembangunan Yon TP di Silo Untuk Kesiapsiagaan, Bukan Lahan Tambang
![]() |
| Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada |
JEMBER. barathanews.com – Komandan Kodim (Dandim) 0824 Jember, Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, memberikan klarifikasi tegas terkait rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) di kawasan Silo. Rencana tersebut merupakan bagian dari Program Strategis Nasional melalui Kementerian Pertahanan demi memperkuat pertahanan dan keamanan wilayah.
Hal ini disampaikan Letkol Inf Rifqi di sela-sela kegiatannya bersama Bupati Jember, Mohammad Fawait (Gus Fawait), di Bandara Notohadinegoro pada Senin (1/6/2026).
Dandim menepis isu-isu negatif yang beredar di masyarakat mengenai peruntukan lahan tersebut. Ia menegaskan bahwa area yang direncanakan di daerah Silo merupakan lahan milik negara, dan pembangunannya murni demi kesiapsiagaan militer serta pembangunan teritorial, bukan untuk komoditas lain seperti pertambangan.
"Kami jelaskan, Yon TP tersebut tidak benar dalam tujuan ada tambang dan lain-lain, itu tidak benar. Namun, Yon TP tersebut digunakan dalam rangka kesiapsiagaan," tegas Letkol Inf Rifqi.
Pemerataan Sektor Pengamanan di Jember
Letkol Inf Rifqi memaparkan bahwa saat ini lini pertahanan TNI di wilayah Jember bagian barat telah diperkuat oleh Batalyon Infanteri (Yonif) 515 di Tanggul. Oleh karena itu, kehadiran titik pengamanan dan pembangunan baru di sisi timur, seperti di Silo, sangat dibutuhkan untuk mendukung stabilitas dan menyokong pusat administrasi kota Jember.
Program Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yon TP) ini sendiri tidak hanya dilakukan di Jember, melainkan berjalan serentak di berbagai kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Sosialisasi Berjalan Tiga Bulan dan Buka Ruang Diskusi
Merespons dinamika dan klaim sepihak dari oknum masyarakat mengenai kepemilikan lahan, Kodim 0824 Jember menyatakan telah menggandeng seluruh elemen formal untuk melakukan sosialisasi secara berkala.
"Sudah berjalan sekitar tiga bulan lah kami melaksanakan sosialisasi tersebut. Kami sudah bersosialisasi dengan Muspika, di desa, kemudian juga para Forkopimda semua sudah mengetahui dalam rencana tersebut," jelas Dandim.
Mengingat adanya pro-kontra menjelang realisasi pembangunan, pihak Kodim kini tengah melakukan evaluasi menyeluruh. Pihak TNI berkomitmen penuh untuk mengedukasi masyarakat agar program nasional ini dapat membawa dampak positif, baik dari sisi kesiapsiagaan keamanan maupun stimulus pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Silo yang selama ini dinilai belum berimbang dengan wilayah perkotaan.
Dandim juga membuka pintu selebar-lebarnya bagi pihak-pihak yang masih membutuhkan kejelasan informasi untuk datang dan berdiskusi langsung ke Markas Kodim 0824 Jember. Langkah ini diambil agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang komprehensif dan tidak termakan oleh narasi negatif yang dapat merugikan daerah.
"Kita menjaga stabilitas Jember dengan baik, kita berkolaborasi dengan elemen masyarakat dengan baik. Namun, hanya segelintir yang berusaha menarasikan negatif dan itu harus kita jelaskan," pungkasnya.
(herry)

Komentar
Posting Komentar