Menembus Kebuntuan Anggaran, Ikhtiar H.Karim Saat Menjadi Anggota DPRD Jatim Buka Jalan Pendanaan untuk JLS Jember-Banyuwangi

H. Karimullah Saat gowes pada 2023

JEMBER. barathanews.com  – Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) atau Jalur Pansela yang diproyeksikan menjadi urat nadi perekonomian di pesisir selatan Jawa Timur kini menemui titik terang. Setelah sempat berjalan lambat akibat benturan klasik keterbatasan anggaran, proyek strategis nasional ini dipastikan berlanjut berkat terobosan skema pendanaan internasional bernilai fantastis.

​Proyek sepanjang 91 kilometer di wilayah Jember yang melintasi delapan kecamatan ini sebelumnya baru terealisasi sekitar 30 kilometer. Kondisi geografis yang didominasi pegunungan dan perkebunan, ditambah peliknya kendala pembebasan lahan, membuat anggaran daerah maupun pusat kerap kali tidak mencukupi.

Perjuangan dari Meja Parlemen

​Kondisi tersebut memantik perhatian serius dari H. Karimullah Dahrujiadi, SP., saat dirinya menjabat sebagai Anggota Komisi D DPRD Provinsi Jawa Timur periode 2019–2024. Pria yang akrab disapa Ji Karim ini menilai, keberadaan JLS bukan sekadar pembangunan infrastruktur jalan, melainkan kunci utama untuk membuka isolasi wilayah dan mempercepat pemerataan ekonomi masyarakat pinggiran.

​Selama duduk di komisi yang membidangi pembangunan tersebut, Ji Karim secara konsisten menyuarakan urgensi kelanjutan pembangunan JLS Jember. Namun, ia mengakui bahwa APBD Provinsi maupun APBN memiliki keterbatasan yang signifikan.

​"Ketika berada di Komisi D, persoalan JLS ini terus kami dorong agar menjadi skala prioritas. Memang kendala anggaran dan medan geografisnya sangat berat, sehingga membutuhkan terobosan yang tidak biasa," ungkap Ji Karim mengingat kembali perjuangannya di legislatif.

Kolaborasi Taktis Lewat Jalur "Gowes"

​Sadar bahwa jalur birokrasi formal membutuhkan percepatan, Ji Karim melakukan langkah taktis di awal tahun 2023. Ia menggandeng mantan salah satu pejabat Kementerian PUPR, H. Nanang Handono Prasetyo, untuk meninjau langsung progres riil di lapangan.

​Uniknya, ruang diskusi tersebut dibangun secara informal melalui agenda olahraga bersepeda (gowes) bersama dari Desa Curahnongko hingga Desa Sanenrejo di Kecamatan Silo. Di sepanjang jalur inilah kedua tokoh tersebut meretas jalan keluar dari kebuntuan anggaran.

​Hal tersebut dikonfirmasi oleh salah satu sumber , yang menegaskan bahwa kepastian kelanjutan proyek ini merupakan buah manis dari konsistensi perjuangan Ji Karim. Ia membeberkan bahwa mandeknya proyek di masa lalu juga dipicu oleh rumitnya rekomendasi pembebasan lahan di tingkat kabupaten yang melibatkan lahan Perhutani, PTPN, hingga BKSDA (Taman Nasional).

​"Anggaran dari provinsi itu dulu sangat kecil, berkisar di bawah Rp30 miliar, sehingga proyek ini tidak pernah selesai," jelasnya.

Dobrak Anggaran Pusat Melalui LOAN Rp4,5 Triliun

​Pasca-diskusi lapangan tersebut, H. Nanang Handono Prasetyo bergerak cepat mengurai masalah di tingkat pusat. Ia melobi pihak komisaris PTPN, Perhutani, hingga BKSDA untuk menyelesaikan pembebasan  lahan, sekaligus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR guna mencari alternatif pendanaan non-APBN.

​Langkah taktis ini membuahkan hasil konkret. Jaringan kuat di tingkat pusat berhasil membuka slot anggaran internasional melalui skema pinjaman luar negeri (LOAN) dari Asian Development Bank (ADB).

​Detail Rencana Pembangunan JLS Jember-Banyuwangi:

​Total Nilai Anggaran: Kurang lebih Rp4,5 triliun (bersumber dari skema LOAN ADB).

​Paket Kerja: Berkas dokumen disetujui untuk dipecah ke dalam 10 paket anggaran tuntas.

​Tahapan Saat Ini: Memasuki tahapan lelang (tender) tahun ini setelah sempat dilakukan revisi akibat penyesuaian kenaikan harga BBM.

​Sebagai tahap awal, proses lelang akan memprioritaskan tiga paket utama yang meliputi:

​Pembangunan jembatan di titik akhir wilayah Puger menuju Meru Betiri.

​Kelanjutan pembangunan jalan pendukung.

​Penyambungan jalur penuh hingga ke Malangsari, Banyuwangi.

​Ikhtiar dan advokasi panjang yang berawal dari ruang sidang Komisi D DPRD Jatim hingga obrolan taktis di jalur gowes ini akhirnya menjadi bukti nyata komitmen kerja keras demi memenuhi hak-hak infrastruktur masyarakat Jember dan sekitarnya. ( herry )

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah