HUT ke-76, IGTKI Jember Dorong Inovasi Guru dan Kesiapan Program Wajib Belajar 13 Tahun
![]() |
| Guru- Guru ikut memeriahkan HUT IGTKI |
JEMBER – Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Jember menggelar acara tasyakuran sederhana dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) IGTKI yang ke-76. Acara penuh khidmat ini berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Jember pada Jumat (22/5/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari berbagai instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta para pengawas dan penilik TK se-Kabupaten Jember. Istimewanya, Bunda PAUD Kabupaten Jember turut memberikan sambutan dan ucapan selamat secara daring. Kehadiran para senior dan mantan ketua IGTKI tingkat kabupaten maupun kecamatan juga menambah kehangatan momen penuh syukur ini.
Ketua IGTKI Kabupaten Jember, Endang Suprihatin, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa esensi dari momentum usia ke-76 ini adalah komitmen untuk terus mendorong para guru TK agar tidak berhenti berinovasi.
![]() |
| Endang Suprihatin saat memberikan sambutan |
"Melalui tema kesejahteraan guru, kami berharap kualitas lembaga TK dapat terus meningkat. Guru yang sejahtera insyaallah akan meningkatkan kualitas dirinya, sehingga siap menyongsong program pemerintah yang akan bergulir, yaitu Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari prasekolah," ujar Endang.
Terkait program Wajib Belajar 13 Tahun tersebut, Endang memaparkan adanya perubahan aturan signifikan. Jika sebelumnya anak-anak bisa langsung masuk ke Sekolah Dasar (SD) tanpa melalui jenjang prasekolah, maka mulai tahun ini anak-anak usia 5 sampai 6 tahun diwajibkan menempuh pendidikan prasekolah—khususnya di Taman Kanak-Kanak—terlebih dahulu sebelum memasuki jenjang SD. Pemerintah pun kini menjadikan lembaga PAUD dan TK sebagai pintu masuk utama bagi pendidikan dasar anak.
Mengingat peran prasekolah yang kini bersifat wajib, IGTKI Jember menaruh harapan besar kepada pemerintah, terutama dalam hal pemerataan fasilitas penunjang. Endang mengungkapkan fakta bahwa 99,9% lembaga TK yang ada di Kabupaten Jember merupakan lembaga swasta atau milik masyarakat.
"Kemampuan ekonomi masyarakat di tiap lingkungan berbeda-beda. Ada lembaga yang kondisinya menengah ke atas, namun masih banyak sekali lembaga TK yang kondisinya sangat memprihatinkan. Selain program inovatif yang kami buat, fasilitas yang memadai sangat penting untuk menarik minat anak bersekolah. Oleh karena itu, kami sangat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap bantuan fasilitas ini," pungkasnya. ( herry)


Komentar
Posting Komentar