KTNA Jember Perkuat Sinergi: Dorong Kemandirian Pupuk Organik dan Akurasi Data Simluhtan

Agus Sofyan saat diskusi 

JEMBER. barathanews.com  – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Jember menggelar acara Halal Bi Halal sekaligus Rapat Koordinasi (Rakor) di kediaman H. Nawawi, Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, pada Kamis (16/4/2026). 

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi tantangan pertanian di Jember, mulai dari masalah pendataan hingga kemandirian sarana produksi.

​Acara ini dihadiri oleh Kepala Bulog Jember Ade Saputra, jajaran pengurus KTNA Kabupaten dan Kecamatan se-Jember, pemilik kios tani, serta penyuluh pertanian dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPH) Jember.

Dorongan Inovasi dari Tokoh Senior

​Tokoh senior KTNA yang juga mantan anggota DPRD Jember, Agus Sofyan, dalam acara diskusi mengingatkan bahwa sektor pertanian bukan sekadar mata pencaharian, melainkan ruang pengabdian yang menyejukkan batin. Namun, ia menekankan bahwa ketenangan tersebut harus dibarengi dengan progresivitas.

​"Di sektor tani itu suasananya dingin dan menyejukkan hati. Namun, saya menunggu gebrakan inovasi dan langkah-langkah strategis dari teman-teman KTNA. Kita harus berani berinovasi agar tidak selamanya tertinggal," ujar Agus Sofyan.

​Agus juga menyoroti pentingnya edukasi mengenai pupuk organik. Menurutnya, kesadaran petani terhadap manfaat organik merupakan kunci utama untuk memutus ketergantungan pada pupuk kimia yang distribusinya sering kali mengalami kendala.

Aspirasi KTNA Panti: Validasi Data Simluhtan

​Dalam sesi diskusi, perwakilan dari KTNA Kecamatan Panti menyampaikan keluhan kritis terkait akurasi data pada Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian (Simluhtan). Ia mengungkapkan bahwa masih banyak ketidaksinkronan data antara sistem dan kondisi nyata di lapangan.

​"Kami mohon evaluasi data Simluhtan. Banyak petani yang sudah almarhum masih tercatat, sementara petani aktif yang baru justru belum masuk. Hal ini sangat berdampak pada ketepatan sasaran distribusi bantuan dan pupuk subsidi," ungkapnya.

Tanggapan Ketua KTNA Jember: Solusi di Tengah Keterbatasan

​Ketua KTNA Jember, M. Sholeh, memberikan tanggapan tegas mengenai isu pupuk dan pendataan. Ia menjelaskan bahwa alokasi pupuk kimia bersubsidi (Urea) dari pemerintah pusat memang terbatas, sehingga kemandirian petani adalah jalan keluar mutlak.

Rakor KTNA Jember 

"Kekurangan pupuk itu pasti terjadi karena alokasi pusat hanya mencakup sekitar 50% kebutuhan. Solusinya, setiap kecamatan harus memiliki plot percontohan pupuk organik. Jangan terus bergantung pada kimia," tegas M. Sholeh.

​Terkait data Simluhtan, M. Sholeh menginstruksikan pengurus tingkat kecamatan untuk bersinergi dengan penyuluh lapangan guna melakukan pemutakhiran data secara berkala agar hak-hak petani dapat tersalurkan dengan adil.

Menjaga Kondusivitas Lapangan

​Sejalan dengan visi kemandirian, Margo selaku pemilik kios tani mengajak seluruh elemen untuk menjaga suasana lapangan agar tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya komunikasi yang dingin antara pengusaha kios dan petani untuk mencegah terjadinya gesekan sosial saat masa tanam tiba.

​Melalui sinergi antara kebijakan Bulog, bimbingan DTPH, dan kerja keras pengurus KTNA, diharapkan Jember mampu mencapai swasembada pangan yang lebih mandiri dan berkeadilan bagi seluruh lapisan petani di tahun 2026 ini. ( herry)



Editor: barathanews.com 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah