Kekeringan Makin Luas, Mobil Tangki PMI Jember “Diserbu” Warga Tegalbesar
JEMBER. barathanews.com — Dampak kekeringan mulai dirasakan oleh warga RT 001 RW 017 Kelurahan Tegalbesar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Sejumlah sumur milik warga mulai mengering dan debit air yang tersisa terus menipis, membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Menanggapi situasi tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember menerjunkan mobil tangki air bersih ke lokasi terdampak pada Jumat malam (23/10/2026). Kedatangan armada PMI ini disambut antusias oleh warga yang telah menantikan pasokan air.
Mobil tangki yang dikemudikan oleh Kasubid Logistik PMI Jember, Imron Syafii, tiba disambut langsung oleh Lurah Tegalbesar, Maria Hardajanti, beserta jajaran. Petugas PMI yang didampingi Staf PMI Fauzy dan Kabid Penanggulangan Bencana PMI Jember Narto langsung mengisi dua tandon komunal berkapasitas masing-masing 1.200 liter di pos keamanan lingkungan (poskamling).
Setelah tandon terisi penuh, warga berbondong-bondong mengantre dengan tertib memboyong berbagai wadah, mulai dari galon, ember, hingga bekas kaleng cat untuk menampung air bersih.
Ketua RW 017 Kelurahan Tegalbesar, Hasan, mengungkapkan bahwa keringnya sumur warga memaksa mereka mencari sumber air ke lokasi lain.
"Sumur warga mulai asat (mengering). Akibatnya, warga harus mencari air ke tempat lain. Ada yang menumpang di rumah tetangga, ada yang mencari ke area persawahan, hingga ke sumber milik perorangan di Jalan M. Yamin," terang Hasan.
Lurah Tegalbesar, Maria Hardajanti, menjelaskan bahwa pihak kelurahan bergerak cepat mengajukan bantuan ke PMI Jember begitu menerima laporan dari warga terkait krisis air bersih tersebut.
"Kami meminta bantuan PMI setelah menerima laporan bahwa warga mulai kesulitan air bersih. Debit air di lingkungan warga semakin menipis, bahkan ada sumur yang sudah benar-benar kering," kata Maria.
Sementara itu, Kabid Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Jember, Narto, menegaskan commitment PMI untuk terus membantu warga selama masa kekeringan berlangsung. "Kehadiran PMI merupakan bagian dari upaya membantu masyarakat yang mengalami krisis air bersih. PMI akan memasok air ke dua tandon ini setiap dua hari sekali, sehingga warga dapat mengambilnya sesuai kebutuhan," jelas Narto.
Dengan adanya distribusi rutin menggunakan mobil tangki dan penyediaan tandon komunal ini, warga Tegalbesar tak perlu lagi menempuh jarak jauh hanya untuk mendapatkan air bersih demi kebutuhan dasar sehari-hari. (*)
Pewarta: herry

Komentar
Posting Komentar