Belasan Murid TK di Jember Keracunan Makanan MBG, Satgas Ambil Tindakan Tegas

Achmad Imam Fauzi Pj Sekda Jember 

​JEMBER . barathanews.com- Sebanyak kurang lebih 18 murid Taman Kanak-Kanak (TK) di Kabupaten Jember diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (21/5/2026) siang. Hingga malam ini, sejumlah korban terpaksa harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (PKM) setempat.

​Berdasarkan data yang dihimpun, dari total korban yang terdampak, 4 anak saat ini menjalani opname di Rumah Sakit Umum Kaliwates (RSUK), 1 anak dirawat di PKM Kaliwates, dan 1 anak di PKM Jember Kidul (Jemkid). Sementara itu, belasan anak lainnya diperbolehkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan setelah kondisinya dinyatakan stabil.

​Diketahui, pasokan makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Mitra Kaliwates 7 yang berlokasi di Jalan Teratai.

​Merespons kejadian luar biasa ini, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) MBG yang juga menjabat sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Jember, Achmad Imam Fauzi, langsung mengambil sikap tegas. Satgas MBG memastikan akan menindaklanjuti kasus ini secara serius demi keselamatan anak-anak.

​"Satgas akan tegas meminta penutupan SPPG tersebut. Berkaca dari track record-nya, SPPG ini sebenarnya sudah sering kami ingatkan karena kerap masuk ke kanal pengaduan masyarakat Wadul Gus’e," ujar Achmad Imam Fauzi dalam keterangan resminya, Kamis malam.

​Sebagai langkah antisipasi ke depan, Satgas MBG melalui jaringan institusi di dalamnya akan bergerak proaktif untuk turun langsung ke lapangan guna mengecek kelayakan dan kondisi dapur-dapur penyedia makanan di seluruh kecamatan.

​Secara terpisah, Bupati Jember, Mohammad Fawait (Gus Fawait), menyampaikan rasa prihatin dan sesal yang mendalam atas musibah yang menimpa anak-anak TK tersebut.

​"Bupati sangat menyesalkan kejadian ini. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada para korban dan orang tua korban. Kami berharap kejadian ini adalah kejadian terakhir yang terjadi di Kabupaten Jember," pungkas Fauzi.

​Saat ini, pihak berwenang sedang melakukan investigasi lebih lanjut dan mengambil sampel makanan dari SPPG terkait untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan. (herry)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah