Tujuh Tahun Berdiri, Komunitas RH Jember Tetap Solid Tanpa Iuran
Pendiri sekaligus sosok sentral komunitas ini, Bunda Ratu Heboh, menjelaskan bahwa RH bukanlah sekadar nama, melainkan representasi dari semangat kebersamaan yang mereka bangun. Komunitas yang telah berdiri sejak tahun 2019 ini kini genap berusia tujuh tahun dan beranggotakan sekitar 22 orang yang berasal dari berbagai wilayah di sekitar Jember, seperti Ajung dan sekitarnya.
"Di grup RH kita selalu happy. Kalau ada waktu luang, kita kumpul-kumpul, bernyanyi, atau bahkan berwisata ke pantai," ujar Bunda Ratu Heboh saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Salah satu hal unik yang menjadi kebanggaan komunitas ini adalah prinsip tanpa iuran. Selama tujuh tahun berdiri, Bunda Ratu Heboh menegaskan bahwa anggota tidak pernah dipungut biaya untuk kegiatan rutin maupun operasional. Seluruh biaya kumpul-kumpul, konsumsi, hingga akomodasi transportasi sering kali ditanggung secara pribadi olehnya.
"Satu-satunya iuran yang kami lakukan adalah iuran sukarela sebesar Rp20.000 jika ada anggota yang sakit. Selebihnya, mulai dari makan sampai mobil, semuanya gratis untuk anggota," tambahnya yang disambut sorakan kompak dari para anggota.
Selain kegiatan hiburan, RH juga aktif dalam aksi sosial, seperti pembagian takjil pada momen Ramadan lalu. Meski sempat memiliki anggota hingga ke luar kota dan luar negeri (Malaysia), kini Bunda lebih fokus merangkul anggota lokal yang sportif dan aktif menjalin komunikasi di grup.
Ke depannya, Bunda Ratu Heboh berencana mengembangkan komunitas ini ke arah pemberdayaan ekonomi. "InsyaAllah, saya sedang memikirkan untuk mengembangkan sektor usaha, mungkin seperti jualan baju atau usaha lainnya agar komunitas ini semakin berkembang dan berdampak," pungkasnya.
Acara malam itu ditutup dengan yel-yel khas yang menggema di Cafe Rumput, menegaskan kekompakan komunitas RH yang tetap "loss" dan anti-rewel.
Pewarta: Herry



Komentar
Posting Komentar