Tingkatkan Kesiapsiagaan Tsunami, PMI Jember dan Palang Merah Jepang Pasang 39 Jalur Evakuasi di Pesisir Selatan
JEMBER. barathanews.com – Guna meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap ancaman bencana tsunami, PMI Kabupaten Jember bersama Japan Red Cross Society (JRCS) melalui program Strengthening Community Resilience (SCR) melakukan pemasangan puluhan papan jalur evakuasi pada Senin (27/7). Papan petunjuk arah tersebut dipasang di wilayah pesisir selatan Jember yang rawan bencana, meliputi Desa Puger Kulon dan Desa Puger Wetan di Kecamatan Puger, serta Desa Kepanjen di Kecamatan Gumukmas.
Sebanyak 39 papan petunjuk jalur evakuasi dipasang mulai dari kawasan pantai menuju pemukiman yang lebih tinggi atau titik kumpul (assembly point). Papan tersebut berfungsi sebagai panduan cepat bagi warga agar dapat menyelamatkan diri secara terarah dan tidak panik jika sewaktu-waktu potensi tsunami terjadi.
Proses pemasangan ini melibatkan langsung anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) dari ketiga desa setempat, yakni Sibat Puger Kulon, Sibat Puger Wetan, dan Sibat Kepanjen.
Kegiatan di lapangan turut ditinjau oleh jajaran pengurus PMI Kabupaten Jember serta perwakilan PMI Provinsi Jawa Timur. Hadir dalam peninjauan tersebut Ketua PMI Kabupaten Jember Zainollah, S.Pd., Sekretaris Ghufron Eviyan Efendi, dan Kabid Penanggulangan Bencana Narto. Turut hadir pula Korlap SCR PMI Jatim sekaligus Wakil Kepala Markas PMI Provinsi Jawa Timur, Julius A. Mbusu (Pak Yus).
Penataan petunjuk evakuasi ini dinilai sangat vital untuk membangun masyarakat pesisir yang tangguh bencana.
"Pemasangan papan jalur evakuasi ini adalah bentuk aksi nyata dalam membangun kesiapsiagaan warga pesisir. Kami berharap sarana ini dapat memandu masyarakat bertindak cepat dan selamat saat situasi darurat terjadi," ujar Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah.
Senada dengan hal tersebut, Korlap SCR PMI Jatim, Julius A. Mbusu, menekankan pentingnya sinergi antara program pendampingan dan aksi swadaya masyarakat lokal.
"Program SCR difokuskan pada pengurangan risiko bencana berbasis komunitas. Keterlibatan aktif rekan-rekan Sibat di lapangan menjadi kunci utama keberhasilan mitigasi di wilayah rawan," ungkap Pak Yus di sela-sela monitoring.
Dukungan penuh juga disampaikan oleh para ketua Sibat di masing-masing desa yang menjadi garda terdepan penanganan bencana. Fasilitas ini memberikan kepastian arah bagi warga saat harus menyelamatkan diri dalam kondisi darurat.
"Kami siap merawat dan menjaga fasilitas mitigasi ini bersama-sama. Sinergi antara PMI, JRCS, dan Sibat sangat dirasakan manfaatnya oleh warga di sini," tutur Ketua Sibat Kepanjen, H. Muklas.
Dengan terpasangnya 39 papan jalur evakuasi ini, PMI Kabupaten Jember berharap kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah pesisir selatan semakin menguat dalam menghadapi potensi bahaya bencana alam.(*)
Pewarta : herry

Komentar
Posting Komentar