Kedisiplinan Berbuah Manis, Strategi Pembinaan SMP Al Furqan Jember Padukan Hafalan Al-Qur'an dan Prestasi Sains


JEMBER. barathanews.com — Menerapkan standar evaluasi yang ketat dan seleksi berbasis minat menjadi kunci utama SMP Al Furqan Jember dalam mencetak murid-murid berprestasi. Sekolah yang mengelola 413 siswa dalam 18 rombongan belajar (rombel) ini terus membuktikan keberhasilannya dalam memadukan program keagamaan dan akademis secara seimbang.

Kepala SMP Al Furqan Jember, Indriastutik Setia Hariwardanie, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa sistem evaluasi di Kelas Tahfidz diberlakukan secara tegas demi menjaga kualitas target hafalan para siswa.

"Sistemnya kalau mereka tidak memenuhi target, harus turun ke kelas reguler. Kami terapkan evaluasi ini agar anak-anak tetap fokus dan terpacu," tegas Indriastutik pada Kamis (3/9/2026).

Meskipun menerapkan aturan yang ketat, aturan tersebut memicu motivasi tinggi di kalangan para siswa. Kedisiplinan tersebut terbukti membuahkan capaian yang luar biasa bagi perkembangan hafalan siswa.

"Namun, kedisiplinan ini berbuah manis. Ada siswa yang dalam satu tahun sanggup menambah 12 juz hingga total mencapai 16 juz hafalan, bahkan berhasil melenggang ke MAN 2 Kota Malang," ujar Indriastutik.

Kedisiplinan di bidang keagamaan tersebut berbanding lurus dengan capaian di bidang sains dan teknologi. Pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026, SMP Al Furqal tampil mentereng di tingkat provinsi hingga nasional.

"Untuk OSN tahun 2026 ini, SMP Al Furqan menjadi satu-satunya sekolah perwakilan dari Kabupaten Jember yang berhasil menembus hingga tingkat Nasional," tambahnya dengan bangga.

Di samping fokus pada tahfidz dan sains, sekolah juga aktif memfasilitasi bakat siswa di berbagai bidang lain. Pihak sekolah membina minat anak didik mulai dari kejuaraan Coding di ITS Surabaya, FLS3N cabang Menulis Cerita dan Menyanyi, hingga cabang olahraga seperti Taekwondo, Catur, Bulu Tangkis, dan revitalisasi tim Basket.

Indriastutik menjelaskan, keberhasilan ini tidak terlepas dari pola pembinaan yang terstruktur dan sistem seleksi yang berpihak pada potensi anak.

"Sekolah tidak hanya mencari siswa yang sudah 'jadi' sejak awal. Kami membuka pendaftaran bagi siapa saja siswa yang berminat, lalu menyeleksinya untuk diberikan jam pembinaan khusus," jelasnya.

Selain itu, sekolah juga menerapkan seleksi ketat terhadap ajang yang akan diikuti oleh para siswa agar hasil pembinaan tepat sasaran.

"Pihak sekolah sangat selektif dalam memilih ajang perlombaan yang diikuti. Kami ingin memastikan kualitas dan kredibilitas kompetisi tersebut benar-benar memberi dampak positif bagi perkembangan anak-anak," tutup Indriastutik.

Melalui pembenahan dan evaluasi berkala, SMP Al Furqan Jember optimistis dapat terus mencetak generasi unggul yang seimbang antara capaian spiritual dan akademik. (herry)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah

Yayasan Sosial Darma Budi Luhur Resmikan Kolumbarium Parantijati Jember, Siap Tampung Ribuan Abu Jenazah

NJOP di Jember Naik Drastis, REI Berharap Pemerintah Jadi Jembatan Komunikasi