Gempa Mengguncang SDN 01 Kepanjen, Ratusan Siswa Sigap Berlindung dan Evakuasi Mandiri
JEMBER. barathanews.com. – Suasana tenang di SDN 01 Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, mendadak berubah menjadi riuh pada Sabtu pagi, 24 Januari 2026. Guncangan gempa bumi yang datang tiba-tiba membuat ratusan siswa bereaksi cepat.
Di bawah komando Kepala SDN 01 Kepanjen, Irwan Aditya, yang menggunakan megaphone, para siswa langsung mempraktikkan prosedur penyelamatan diri. Tanpa panik yang berlebihan, siswa segera merunduk dan bersembunyi di bawah meja kelas untuk melindungi kepala dari reruntuhan. Begitu guncangan dinilai mereda, mereka keluar ruangan secara teratur namun sigap, sembari menjinjing tas di atas kepala sebagai pelindung tambahan menuju titik kumpul di tengah halaman sekolah.
Sesampainya di titik kumpul, drama berlanjut. Tim PMR Mula SDN 01 Kepanjen tampak cekatan menyisir area kelas untuk mencari rekan mereka yang mengalami luka-luka. Dengan peralatan pertolongan pertama yang siap sedia, para anggota PMR ini memberikan pengobatan darurat dan menyiapkan tandu dengan gerakan yang terlatih. Kejadian tersebut merupakan bagian dari Simulasi Gempa Bumi dan Tsunami yang digelar secara mandiri oleh SDN 01 Kepanjen.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Kesiapsiagaan Sekolah yang didampingi oleh tim program School Community Resilience (SCR), hasil kerja sama Japanese Red Cross Society (JRCS) dan PMI Kabupaten Jember.
Korlap SCR PMI Jember, Weni Catur, menjelaskan bahwa festival ini dilakukan serentak di dua lokasi pada hari yang sama, yakni di SMPN 1 Gumukmas dan SDN 01 Kepanjen. Selain simulasi, festival juga dimeriahkan dengan lomba-lomba edukatif serta pemilihan Duta Kesiapsiagaan Bencana.
Wakil Ketua PMI Kabupaten Jember, Aep Ganda Permana, memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme warga sekolah. Ia menekankan bahwa posisi SDN 01 Kepanjen yang berada di wilayah pesisir membuat edukasi ini menjadi sangat krusial. "Kami berterima kasih kepada bapak ibu guru dan siswa. Daerah Kepanjen ini berada di pesisir pantai yang sangat rawan gempa bumi dan tsunami. Simulasi ini adalah bekal hidup," ujar Aep Ganda Permana.
Aep juga berpesan agar pengetahuan yang didapat siswa tidak berhenti di sekolah saja. "Kami meminta adik-adik menularkan pengalaman simulasi ini kepada ayah, ibu, dan keluarga di rumah agar semua sadar akan ancaman bencana," tambahnya.
Kepala SDN 01 Kepanjen, Irwan Aditya mengaku sangat antuasi melaksanakan simulasi. “Kami senang adanya simulasi ini. Agar kami lebih siaga jika sewaktu-waktu ada bencana gempa bumi atau tsunami,” kata Irwan Aditya. Dia menjelaskan, simulasi ini perlu dilaksanakan berulang untuk membiasakan guru dan siswa siaga.
Zahrah, salah satu siswa kelas 4 SDN 01 Kepanjen Mengaku senang dengan kegitan Festival Kesiapsiagaan Sekolah. “Tentu saya senang dengan simulasi bencana gempa bumi ini,” kata Zahrah. (*)
Pewarta: herry
Editor. : barathanews.com

Komentar
Posting Komentar