Stok Beras Aman hingga Tahun Depan, Bulog Jember Guyur 6 Ton Beras di Pasar Murah Tegalgede



JEMBER. barathanews.com – Masyarakat Kelurahan Tegalgede, Kecamatan Sumbersari, menyerbu gelaran Pasar Murah yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Minggu (18/1). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa ini, menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dan produk UMKM dengan harga terjangkau.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah secara simbolis membagikan beras SPHP kepada para lansia. Turut hadir mendampingi Gubernur antara lain H. Arum Sabil, Kepala Bulog Cabang Jember Ade Saputra, jajaran OPD Pemprov Jatim, Camat Sumbersari, serta Lurah Tegalgede.

Kepala Bulog Cabang Jember, Ade Saputra, menyatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh dalam kegiatan ini dengan menyuplai total 6 ton beras.

"Untuk beras SPHP (medium) yang kita suplai sebanyak 5 ton, kemudian untuk beras premium milik Bulog seperti merek Bos-Food, Setra Ramos, dan Punokawan itu sebanyak 1 ton," ujar Ade saat ditemui di lokasi acara.


Ade memperkirakan pasokan 5 ton beras SPHP tersebut dapat menyasar sekitar 200 warga yang hadir. Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Ade menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik.

"Stok kami saat ini bisa dikategorikan sangat aman. Di gudang Bulog Jember masih tersedia sebanyak 82.000 ton. Untuk kegiatan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), stok ini dipastikan aman bahkan sampai tahun depan," tegasnya.

Mengenai tren kenaikan harga menjelang bulan puasa, Ade mengakui adanya potensi kenaikan di pasaran, namun tetap dalam batas yang terukur. Saat ini, harga beras medium di pasar-pasar besar Jember seperti Pasar Tanjung dan Pasar Patrang terpantau masih stabil di kisaran Rp13.400 hingga Rp13.500 per kilogram.

Kedepannya, Bulog Jember akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Jember, termasuk Bupati dan Dinas terkait, untuk memasifkan Operasi Pasar atau Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai titik guna menjaga stabilitas harga.

"Untuk beras yang kita salurkan saat ini semuanya adalah beras DN (Dalam Negeri) hasil serapan petani tahun 2025. Kita sudah tidak menggunakan beras impor lagi," pungkas Ade. ( herry).






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Disnaker Jember Gelar Bimtek Verifikasi Dan Validasi Data Pekerja Rentan/ Buruh Petani Tembakau, Akan Diajukan Untuk Menerima Iuran BPJS Ketenagakerjaan

Pansus LKPJ DPRD, Kadin Jember Usulkan Kawasan Khusus Ekonomi Dan Aplikasi Cinta UMKM

Bambang Sugihono Kembali Pimpin GM FKPPI Jember, Siap Bersinergi Bangun Daerah