MPI Jember Pererat Silaturahmi, Pacu Profesionalisme Wartawan Menuju ‘Naik Kelas'
![]() |
| Ketua ( kiri) dan Pembina ( kanan) |
JEMBER. barathanews.com – Keluarga kecil komunitas wartawan Media Partner Indonesia (MPI) menggelar acara buka puasa bersama (bukber) yang penuh kehangatan di sebuah warung di kawasan Jalan Gajah Mada, Sabtu (28/2/26).
Meski digelar secara sederhana, pertemuan ini menjadi wadah diskusi strategis dalam upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme jurnalis.
Koordinator MPI, Lana Rumanta, yang menginisiasi kegiatan ini menyampaikan bahwa Ramadan adalah momentum tepat untuk evaluasi menyeluruh, baik dari sisi kinerja, mental, maupun spiritual.
Menjaga Etika dan Kepercayaan Mitra Kerja
Dalam arahannya, Lana menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik dengan sesama anggota maupun mitra kerja. Terlebih saat ini, eksistensi MPI mulai mendapat perhatian dari berbagai instansi seperti DPRD, Kominfo, hingga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.
"Alhamdulillah kita bisa kumpul bersama. Kita harus terus belajar menjaga konsistensi dan perilaku saat bekerja. Tingkatkan kualitas diri dan profesionalisme. Bekerjalah dengan program agar nyambung saat berinteraksi dengan mitra kerja," ujar wartawan senior olahraga tersebut.
Ia juga berharap seluruh anggota tetap konsisten, menjaga komitmen, serta mengedepankan etika profesi di lapangan.
Pentingnya Kolaborasi dan Adab
Senada dengan hal tersebut, J. Slamet mendukung penuh penguatan profesionalisme anggota. Wartawan yang akrab disapa "Wartawan Gemoy" ini menegaskan bahwa adab dalam bekerja adalah keharusan agar jurnalis tetap dihormati oleh mitra kerja.
"Terima kasih kita bisa kumpul dan berdiskusi. Saya harap kita bisa terus saling support, tidak bekerja secara individu. Ini penting agar kita bisa semakin baik dan 'naik kelas'," tegas Slamet.
Dorong Anggota Ikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW)
Sementara itu, Pembina MPI, Gangsar Widodo, memberikan sorotan tajam pada peningkatan kapasitas jurnalistik. Di tengah pesatnya teknologi, ia menilai kompetensi personal tetap menjadi syarat utama yang tak tergantikan.
Gangsar mendorong para jurnalis muda di MPI untuk tidak ragu mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang direncanakan berlangsung pada bulan Mei mendatang.
"Saya titip teruslah belajar, jangan merasa lebih pintar dari yang lain. Silakan perbaiki kualitas dengan mengikuti uji kompetensi, tidak perlu takut. Koordinasikan dengan induk organisasi profesi masing-masing, baik itu SWI maupun PWI," tegas Gangsar.
Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini ditutup dengan komitmen bersama seluruh anggota MPI untuk terus saling mendukung demi kemajuan profesi dan organisasi ke depan. (*)
Pewarta: herry
Editor. : barathanews.com

Komentar
Posting Komentar