Halalbihalal PMI Jember 2026: Bersihkan Hati, Dekatkan Diri ke Surga Melalui Pengabdian
JEMBER. barathanews.com – Keluarga besar Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember menggelar acara Halalbihalal pada Jumat, 27 Maret 2026. Momentum ini menjadi ajang penting bagi para "Pejuang Humanitarian" untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus melakukan refleksi mendalam dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, dalam sambutannya menekankan bahwa acara tahunan ini bukan sekadar tradisi, melainkan wujud nyata untuk merajut kembali kebersamaan. Menurutnya, nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung PMI sangat selaras dengan napas keagamaan.
"Hakikat acara ini adalah merajut silaturahmi dan meningkatkan persaudaraan umat. Sebagai lembaga kemanusiaan dunia, gerakan kita harus mencerminkan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Bashariyah, dan Ukhuwah Insaniyah yang kuat. Mari kita kukuhkan tali persaudaraan ini demi kemanusiaan," tegas Zainollah.
Kunci Kesuksesan dan Adab kepada Orang Tua
Hadir memberikan tausiyah, KH Abdul Haris mengingatkan para pengurus dan relawan bahwa kesuksesan seorang manusia semata-mata terjadi karena izin Allah SWT. Beliau menekankan pentingnya menjaga konsistensi (istikamah) dalam menjalankan amalan sunah di samping kewajiban pokok.
Namun, KH Abdul Haris memberikan catatan kritis mengenai hubungan antarmanusia (Hablumminannas). Beliau menyebutkan bahwa satu dosa kepada sesama manusia yang belum termaafkan bisa menjadi penghalang besar.
"Kuncinya adalah rida orang tua. Kesuksesan kita sangat tergantung pada bagaimana kita memperlakukan mereka; sebab sikap kita kepada orang tua adalah cerminan bagaimana anak-anak kita akan bersikap kepada kita kelak," jelas beliau.
Meneladani Akhlak Ahli Surga
Lebih lanjut, KH Abdul Haris mengajak keluarga besar PMI Jember untuk meneladani sifat ahli surga yang memiliki keluasan hati. Di tengah risiko pekerjaan kemanusiaan yang rentan gesekan, beliau berpesan agar setiap individu mampu memaafkan segala kezaliman yang diterima.
"Ahli surga itu hatinya luar biasa. Segala kezaliman yang ia terima, ia maafkan. Jika penyakit hati makin tipis, maka jarak kita dengan surga akan semakin dekat," ungkapnya. Beliau juga memperingatkan agar rasa marah tidak dipelihara, karena dendam hanya akan menjauhkan seseorang dari pintu surga.
Acara ditutup dengan sesi bersalam-salaman yang hangat antara pengurus, staf, dan relawan. Momen ini menjadi simbol saling memaafkan sekaligus tanda dimulainya lembaran baru dengan semangat pengabdian yang lebih tulus dan bersih. (*)
Pewarta: herry
Editor. barathanews.com

Komentar
Posting Komentar