Jember Targetkan Predikat ‘Utama’ Kabupaten Layak Anak, Dinsos P3A Perkuat Sinergi Dengan OPD
![]() |
| Rakor P3A Dinsos Jember di Aula Pemkab, Selasa (31/3/2026), foto:: herry |
JEMBER. barathanews.com – Pemerintah Kabupaten Jember terus mematangkan persiapan untuk meningkatkan statusnya dalam penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA). Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3A), Pemkab Jember menggelar rapat koordinasi evaluasi yang melibatkan lebih dari 30 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta lembaga masyarakat di Aula Pemkab Jember, Selasa(31/3/2026).
Kabid Perlindungan Anak Dinsos P3A Jember, Sugeng Riyadi, SE, menjelaskan bahwa fokus utama saat ini adalah mengumpulkan data dan dokumentasi kegiatan yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2024 hingga 2025. Hal ini dilakukan sebagai dasar penilaian KLA untuk tahun 2026 mendatang.
"Hari ini kegiatan rapat koordinasi untuk evaluasi Kabupaten Layak Anak. Bapak Sekda menghadirkan seluruh OPD yang berkaitan, ada 30 lebih OPD, termasuk mengundang teman-teman lembaga masyarakat dan Forum Anak Jember," ujar Sugeng Riyadi.
Mengejar Predikat 'Utama'
Saat ini, Kabupaten Jember telah berada pada level Nindya. Target besar berikutnya adalah naik satu tingkat menuju predikat Utama. Untuk mencapai level tersebut, Sugeng menekankan pentingnya validitas data yang mencakup upaya perlindungan anak dari berbagai sektor.
"Tujuan kita bagaimana penilaian tahun ini bisa menaikkan level kita di 'Utama' setelah 'Nindya'. Kita sampaikan secara data, dokumentasi, hingga dasar aturan terkait upaya perlindungan anak yang sudah dilakukan," tambahnya.
Fokus Perlindungan dan Fasilitas Publik
Dalam evaluasi ini, terdapat beberapa poin krusial yang menjadi indikator penilaian, di antaranya:
* Pencegahan Kekerasan dan Bullying: Upaya konkret dalam menekan angka kekerasan terhadap anak di lingkungan sekolah dan masyarakat.
* Penekanan Angka Perkawinan Anak: Strategi kolaboratif untuk mengurangi pernikahan dini di wilayah Jember.
* Fasilitas Publik Ramah Anak: Memastikan tempat ibadah, satuan pendidikan (SD hingga SMA), dan ruang publik lainnya memiliki fasilitas yang aman bagi anak.
* Penguatan Gugus Tugas: Optimalisasi peran Gugus Tugas Layak Anak di setiap satuan pendidikan.
Sinergi Hingga Tingkat Desa
Sebelum rapat di tingkat kabupaten ini, Dinsos P3A juga telah melakukan koordinasi serupa di tingkat desa dan kecamatan. Langkah ini diambil agar pengumpulan data mengenai Forum Anak Desa dan Forum Anak Kecamatan berjalan sinkron dengan program kabupaten.
"Kemarin kita sudah rapat koordinasi di tingkat desa dan kecamatan untuk membahas data Forum Anak. Hari ini fokusnya adalah apa yang sudah dilakukan OPD dalam mendukung upaya perlindungan anak," tutup Sugeng.
Dengan keterlibatan aktif dari berbagai pihak, termasuk NGO (Lembaga Swadaya Masyarakat), Pemkab Jember optimis dapat merepresentasikan upaya perlindungan anak secara maksimal melalui sistem evaluasi KLA yang telah disediakan. ( herry)

Komentar
Posting Komentar